Dunia pasca-apokaliptik yang membatu kini memasuki era penjelajahan samudra yang mendebarkan. Setelah berhasil menyatukan kekuatan sains dan otot, para penyintas harus menghadapi tantangan baru untuk mengarungi lautan luas demi mencari asal-usul fenomena misterius.
Sang jenius Senku Ishigami memimpin Kerajaan Sains dengan ambisi tak tergoyahkan. Ia harus memutar otak merancang kapal legendaris, Perseus, sambil menjaga keutuhan timnya yang unik dari ancaman alam liar serta konflik internal yang mulai muncul perlahan.
Di sisi lain, Ryusui Nanami muncul sebagai nakhoda arogan namun jenius yang menjadi kunci vital pelayaran mereka. Hubungannya dengan Senku penuh dinamika, menyeimbangkan antara ambisi pribadi dan tanggung jawab besar demi membawa umat manusia menuju masa depan.
Karakter tangguh seperti Kohaku tetap menjadi garda depan, memastikan keselamatan tim di tengah ketidakpastian wilayah baru. Mereka semua terikat oleh tujuan mulia untuk membangkitkan peradaban, meski harus berhadapan dengan misteri kuno yang menguji mental.
Perjalanan ini bukan sekadar tentang teknologi, melainkan pertaruhan nyawa melawan musuh tak kasat mata. Apakah mereka mampu mengungkap rahasia batu di balik cakrawala? Sains menjadi satu-satunya senjata ampuh yang tersisa untuk menantang takdir dunia lama.
Dunia jazz yang megah dan penuh gairah menunggu di balik gemerlap lampu panggung Tokyo. Melalui perjalanan seorang pemuda yang terobsesi dengan saksofon, kisah musik ini mengguncang jiwa, menawarkan narasi dramatis tentang ambisi serta perjuangan anak muda.
Dai Miyamoto adalah sosok yang hidup demi dentuman nada saksofonnya. Di tengah kehidupan yang monoton, ia bertekad menjadi pemain jazz terbaik di dunia, meski harus berlatih di pinggir sungai sendirian hingga jari-jarinya nyaris terasa mati membeku.
Pertemuan tak terduga dengan Yukinori Sawabe yang jenius piano membawa dinamika baru. Mereka saling beradu idealisme dan teknik, menciptakan gesekan emosional yang intens saat mencoba memadukan perbedaan gaya bermain dalam satu irama yang sangat harmonis.
Kehadiran Shunji Tamada sebagai penabuh drum melengkapi formasi grup Jass. Sebagai pemula yang penuh keraguan, ia berjuang keras mengimbangi rekan-rekannya, menghadapi rasa tidak percaya diri di tengah tekanan ambisi besar yang menuntut kesempurnaan mutlak.
Dapatkah trio ini menaklukkan panggung paling bergengsi saat konflik ego dan keterbatasan waktu menghalangi langkah mereka? Panggung jazz menanti pembuktian, menantang nyali para musisi ini untuk melampaui batas kemampuan demi menciptakan melodi abadi yang legendaris.