Berlatar di Hokkaido yang dingin, perburuan emas suku Ainu berlanjut dengan intensitas tinggi. Musim kedua ini menyajikan aksi bertahan hidup yang brutal dan penuh strategi di tengah alam liar, sambil mengungkap konspirasi kelam yang tersimpan rapi.
Sugimoto sang prajurit abadi terus melangkah demi janji masa lalunya. Dia bekerja sama dengan Asirpa, gadis Ainu yang tangguh dan cerdas, untuk mengumpulkan potongan kulit tato yang menjadi peta harta karun misterius yang sangat berharga.
Hubungan mereka yang unik diuji oleh berbagai ancaman dari faksi lain. Hijikata, sosok legendaris yang licik, turut terjun dalam pertarungan mematikan ini dengan ambisi pribadinya sendiri, membawa konflik internal yang semakin kompleks dan tak terduga.
Di sisi lain, Ogata si penembak jitu yang dingin terus membayangi mereka dengan motif yang abu-abu. Persaingan antar kelompok pemburu emas ini memicu ketegangan psikologis, di mana loyalitas bisa berubah sewaktu-waktu demi ambisi emas yang menggoda.
Ketegangan memuncak saat mereka menghadapi musuh di lingkungan ekstrem. Tema kesetiaan, nilai kemanusiaan, serta sisi gelap sejarah Jepang beradu dalam perjalanan panjang yang menantang maut, memaksa tiap individu untuk bertahan atau hancur di tengah salju.
Hidup di pesisir pantai Izu menjanjikan impian masa muda yang ceria bagi mahasiswa baru. Namun, realitanya justru berubah menjadi komedi kacau penuh pesta alkohol dan aksi konyol saat sekelompok pria bergabung dengan klub menyelam bernama Peek a Boo.
Iori Kitahara datang ke kota ini berharap kehidupan kampus yang ideal. Malang, ia justru terseret ke dalam lingkaran setan para senior yang terobsesi dengan pesta minuman keras setiap hari, menghancurkan ekspektasi hidup tenang yang ia dambakan.
Hubungan Iori dengan sepupunya, Chisa Kotegawa, semakin rumit karena sang gadis sangat membenci gaya hidup hura-hura tersebut. Gadis pendiam ini adalah penyelam berbakat yang selalu merasa malu memiliki kerabat yang berkelakuan seperti berandalan mabuk.
Dinamika juga diperparah oleh Kohei Imamura, teman satu nasib yang aneh dan terobsesi dengan budaya otaku. Bersama-sama, mereka berdua sering menjadi korban kejahilan para senior yang egois, terjebak dalam masalah demi masalah yang konyol namun seru.
Di balik tawa dan kekacauan, mereka perlahan belajar tentang arti persahabatan sejati dan indahnya dunia bawah laut. Meskipun sering terlibat konflik absurd, kebersamaan mereka membawa petualangan tak terlupakan dalam menyongsong kedewasaan yang unik.
Berlatar di Hokkaido pasca perang Rusia-Jepang, petualangan berdarah ini memadukan aksi bertahan hidup dengan misteri harta karun emas yang legendaris. Suasana dingin nan kejam menyelimuti pencarian penuh bahaya yang melibatkan konspirasi besar dan sejarah kelam.
Saichi Sugimoto, mantan tentara yang dijuluki si Abadi, harus berburu emas demi menepati janji pada sahabatnya. Ia kemudian bertemu dengan Asirpa, gadis Ainu yang tangguh dan ahli melacak, yang memiliki motif pribadi untuk mengungkap pembunuhan ayahnya.
Keduanya menjalin aliansi unik di tengah hutan belantara, saling mengandalkan untuk menghadapi tantangan alam dan musuh brutal. Mereka harus mengumpulkan potongan peta tato yang terukir di tubuh narapidana penjara Abashiri demi mencapai tumpukan emas yang tersembunyi.
Konflik memuncak saat Toshizo Hijikata, sosok legendaris yang kembali bangkit, memimpin faksi saingan untuk merebut kekayaan tersebut. Perebutan kekuasaan ini menciptakan dinamika penuh intrik yang memaksa mereka terlibat dalam pertumpahan darah yang tidak terelakkan.
Perjalanan ini bukan sekadar tentang emas, melainkan perjuangan jati diri, budaya, dan moralitas di tengah kekacauan. Kesetiaan diuji, sementara rahasia masa lalu perlahan terungkap dalam balutan aksi yang menegangkan dan kehangatan kuliner khas yang tak terduga.