Bagi Ibuki Tonami, minum alkohol adalah jalan ninjanya buat melepas penat dari tugas kuliah sekaligus tanggung jawabnya sebagai pengawas asrama (resident assistant). Masalahnya, Ibuki punya trauma masa lalu yang bikin dia insekyur setengah mati: dia selalu cegukan tiap kali minum alkohol. Karena malu dan takut dihakimi orang lain, dia akhirnya milih buat selalu minum sendirian di pojokan kamar sambil menikmati waktu me-time-nya.
Tapi, rutinitas menyendiri Ibuki mulai terusik pas ada mahasiswi baru tahun pertama bernama Botan Kamiina pindah ke asrama yang sama. Suatu hari pas anak-anak asrama lagi main keluar, Botan gak sengaja mergokin Ibuki yang lagi asyik minum sendirian. Meskipun seumur-umur belum pernah nyentuh alkohol, Botan penasaran banget sama minuman yang dipegang seniornya itu. Ibuki yang gak enakan akhirnya ngebagi minumannya, dan siapa sangka—Botan yang aslinya kalem, sopan, dan ceria, mendadak berubah 180 derajat jadi cewek agresif yang hobi tebar pesona pas lagi mabok!
Kejadian random itu malah bikin anak-anak asrama lain syok pas tahu kalau Ibuki yang menutup diri sekarang malah sering ritual minum bareng Botan. Bagi Botan, setiap jenis minuman baru yang dia cobain bareng Ibuki selalu berubah jadi kenangan manis yang bikin nagih. Lewat momen-momen minum berdua inilah, Botan punya misi rahasia buat pelan-pelan narik Ibuki keluar dari zona nyamannya, biar suatu hari nanti mereka berdua bisa seru-seruan minum bareng seluruh anak asrama!
Dunia Terra perlahan hancur dilahap bencana alam dahsyat dan wabah Oripathy yang mengerikan. Di tengah kekacauan, faksi-faksi saling berebut kendali atas sumber daya medis langka. Ketegangan politik ini memicu perang dingin yang bisa menghancurkan sisa-sisa peradaban.
Amiya, pemimpin muda Rhodes Island, berusaha mencari kedamaian di tengah dunia yang kejam. Meski dihantui beban masa depan organisasinya, ia tidak gentar. Dirinya adalah simbol harapan bagi mereka yang tertindas oleh sistem dan penyakit yang menggerogoti nyawa.
Bersama sang ahli taktik misterius, Doctor, mereka menempuh jalan penuh darah. Ikatan keduanya diuji oleh rahasia masa lalu yang perlahan terkuak. Sang komandan kini harus bangkit dari trauma untuk membimbing rekan-rekannya melewati badai kehancuran yang nyata.
Musuh lama, Talulah, bangkit dengan ambisi membakar tatanan dunia. Ia menggunakan kekuatan besar untuk menantang moralitas Rhodes Island secara frontal. Konflik ideologi ini memaksa setiap karakter mempertanyakan arti pengorbanan demi mencapai masa depan yang ideal.
Saat api kebencian berkobar, batas antara kawan dan lawan menjadi sangat kabur. Keteguhan hati akan menjadi senjata utama untuk bertahan hidup. Mampukah mereka memadamkan bara konflik sebelum semuanya berubah menjadi abu dan melenyapkan harapan terakhir umat manusia?