Ada seekor makhluk mirip cumi-cumi bernama Happian yang mutusin buat pergi dari planet asalnya demi satu misi mulia: menyebarkan kebahagiaan ke seluruh alam semesta. Pas mendarat di Bumi, alien polos ini malah langsung apes dan hampir aja ditangkap sama manusia. Untungnya, dia diselamatkan oleh seorang anak SD yang gak pernah senyum bernama Shizuka Kuze. Shizuka ngasih dia makan dan ngasih nama panggilan imut: Takopii. Merasa berutang budi, Takopii langsung bertekad bakal ngelakuin apa aja pakai kekuatan ajaibnya demi bisa bikin Shizuka tersenyum lagi.
Tapi ternyata, misi bikin Shizuka senyum itu susahnya minta ampun dan jauh dari kata indah. Shizuka ini hidupnya menderita banget: dia jadi korban bullying brutal sama temen sekelasnya, gak punya sosok ayah, dan ibunya selalu sibuk kerja sampai gak pernah pulang—meskipun skala kegelapan dari masalah-masalah ini awalnya sama sekali gak dipahamin sama Takopii yang kelewat naif. Untungnya, Shizuka masih punya satu-satunya sumber kebahagiaan di dunia ini, yaitu anjing peliharaannya yang setia bernama Chappy.
Melihat kedekatan Shizuka dan Chappy, Takopii makin ngebet pengen bikin anak itu bahagia. Masalahnya, karena Takopii gak paham sama sekali soal kompleksitas emosi dan kejamnya dunia manusia, setiap gadget ajaib yang dia kasih ke Shizuka buat nyelesaiin masalah malah selalu berujung jadi blunder besar dengan konsekuensi yang mengerikan dan berdarah-darah! Takopii pun terpaksa harus belajar memahami sisi kelam manusia secara instan menggunakan tentakelnya sendiri demi menyelamatkan hidup Shizuka.
Dunia sekolah yang tenang ternyata menyimpan misteri pelik di balik kedok keseharian para siswa. Musim kedua ini menggali lebih dalam sisi kelam kehidupan remaja, di mana teka-teki kecil justru menuntun pada konflik emosional yang jauh lebih berat.
Jougorou Kobato berusaha keras hidup sebagai warga biasa yang tidak menonjol. Namun, naluri detektifnya sering kali terusik oleh berbagai kejadian aneh yang memaksa dia kembali menggunakan kecerdasan tajamnya untuk mengungkap kebenaran.
Di sampingnya, Yuki Osanai menjadi sosok penting yang menjaga keseimbangan emosional. Hubungan simbiosis unik di antara mereka perlahan diuji saat masa lalu mulai menghantui, membuat mereka harus mempertanyakan jati diri mereka yang sebenarnya.
Ketegangan meningkat ketika rahasia-rahasia tersembunyi perlahan terbuka, mengancam kedamaian yang selama ini mereka bangun. Mereka terjebak dalam dilema antara keinginan untuk hidup normal atau menghadapi kenyataan pahit yang terus mengejar mereka berdua.
Apakah mereka mampu mempertahankan status warga biasa saat realitas menuntut keberanian lebih? Kehidupan sekolah berubah menjadi panggung drama psikologis yang memikat, memaksa setiap karakter untuk memilih jalan hidup di antara rahasia dan kejujuran.
Is It Wrong to Try to Pick Up Girls in a Dungeon? V
15 Episode 3
Sinopsis
Dunia Orario kembali bergejolak dalam babak baru yang penuh misteri. Ancaman yang selama ini tersembunyi di balik bayang-bayang dungeon kini mulai menampakkan taringnya. Kehidupan para petualang di kota labirin tidak akan pernah sama lagi setelah insiden besar.
Bell Cranel kini harus menghadapi kenyataan pahit bahwa kekuatannya belum cukup untuk melindungi orang tersayang. Pertumbuhan pemuda ini diuji saat ia terseret ke dalam pusaran takdir yang melibatkan para dewa dan rencana busuk yang sangat berbahaya.
Hestia tetap setia menjadi pendamping utama, namun beban sebagai dewi keluarga terasa kian menyesakkan. Hubungan emosional di antara anggota familia dipertaruhkan ketika rahasia dari masa lalu sang dewi cinta mulai mengusik ketenangan mereka semua.
Kehadiran sosok misterius seperti Syr Flover membawa dinamika tak terduga yang menguji keteguhan hati sang protagonis. Konflik batin mendalam mewarnai setiap langkah mereka dalam labirin gelap, memicu keraguan sekaligus keberanian yang sangat luar biasa.
Puncak badai segera datang membawa ujian bagi setiap petualang di Orario. Akankah ikatan persahabatan mampu menembus takdir kejam yang tertulis? Keberanian sejati akan segera terbukti saat mereka semua dipaksa memilih antara kenyataan pahit atau harapan baru.