Dunia SMA yang tampak biasa saja berubah drastis ketika kesalahpahaman konyol mempertemukan dua murid dengan reputasi menyeramkan. Pertemuan tak terduga ini memicu drama komedi romantis yang manis sekaligus menegangkan tentang pencarian jati diri remaja.
Ryuji Takasu sering dikucilkan karena wajahnya yang dianggap galak, padahal hatinya sangat lembut. Ia terpaksa berurusan dengan Taiga Aisaka, gadis mungil berjuluk macan bengis yang emosinya meledak-ledak dan ditakuti oleh seluruh sekolah.
Keduanya menyimpan rahasia besar: mereka diam-diam menaruh hati pada sahabat satu sama lain. Karena tujuan yang sama, mereka akhirnya membuat aliansi strategis untuk saling membantu mendekati pujaan hati lewat rencana yang sangat rumit dan penuh konyol.
Persahabatan mereka diuji oleh kehadiran Minori Kushieda yang ceria dan Yusaku Kitamura yang bijaksana. Ketegangan muncul ketika mereka menyadari bahwa perasaan manusia tidak bisa diatur oleh rencana rapi, menciptakan konflik batin yang mendalam.
Seiring waktu, batas antara sekutu dan cinta mulai memudar secara perlahan. Mereka dipaksa menghadapi kenyataan pahit tentang siapa diri mereka sebenarnya. Inilah kisah perjuangan menemukan cinta sejati di tengah kekacauan emosi masa muda yang membara.
Dunia penuh absurditas kembali menghantam sekolah SMA yang kacau. Anime komedi gelap ini menyoroti kehidupan sehari-hari penuh satir tentang depresi dan kebobrokan sosial, di mana setiap fenomena kehidupan dibedah dengan gaya narasi yang sangat nyeleneh.
Sosok guru pesimis bernama Nozomu Itoshiki terus berjuang menghadapi siswanya yang memiliki kepribadian super ekstrem. Ia selalu menganggap setiap hal kecil sebagai sebuah tragedi yang layak disesali, menciptakan gesekan komedi yang tak terduga.
Di sisi lain, Kafuka Fuura muncul sebagai siswi optimis yang selalu mematahkan logika pesimis gurunya. Ketidaksamaan pandangan hidup di antara mereka menjadi pemicu konflik batin sekaligus dinamika kocak yang mewarnai setiap jam pelajaran di kelas.
Dikelilingi siswa unik seperti Chiri Kitsu yang sangat perfeksionis hingga Abiru Kobushi dengan misteri perban di wajahnya, sang guru terpaksa menguras mental. Setiap karakter membawa isu sosial modern yang ironis dan sangat relevan untuk ditertawakan.
Ketegangan antara keputusasaan dan harapan semakin memuncak saat realitas sosial yang aneh terus menantang kewarasan mereka. Apakah sang guru mampu bertahan dari kekacauan ini, atau justru ia akan terus tenggelam dalam lubang depresi yang tiada akhirnya?