Dunia fantasi abad pertengahan yang kejam menanti seorang kutu buku yang tiba-tiba bereinkarnasi. Hidup di tubuh gadis kecil yang lemah membuat akses terhadap literatur menjadi kemewahan langka yang nyaris mustahil digapai di era kelangkaan kertas ini.
Sosok Myne adalah gadis cerdas yang terobsesi dengan buku namun terjebak dalam kemiskinan. Kondisi fisik yang rapuh justru memicu tekad baja dirinya untuk merombak tatanan sosial demi memuaskan dahaga intelektual yang tak pernah bisa padam itu.
Demi mewujudkan mimpinya, ia menjalin hubungan dengan Lutz, seorang teman masa kecil yang setia membantu proses pembuatan kertas. Persahabatan mereka diuji saat ambisi besar gadis ini mulai berbenturan dengan kenyataan pahit kehidupan rakyat jelata.
Konflik memuncak ketika Ferdinand, seorang bangsawan berpengaruh, mulai mencium potensi bahaya di balik ide-ide revolusioner gadis kecil tersebut. Pertemuan mereka menciptakan dinamika rumit antara rasa curiga, tuntutan politik, hingga sebuah ikatan mentor.
Perjuangan menjadi pustakawan di dunia yang tak mengenal literasi menuntut pengorbanan besar. Dengan segala rintangan yang ada, ia terus melangkah meski harus mempertaruhkan nyawanya sendiri, demi sebuah buku yang menjadi tujuan utama hidupnya yang baru ini.
Di masa depan saat umat manusia telah menghuni Mars, musik sepenuhnya diciptakan oleh AI canggih. Kehidupan terasa nyaman namun hambar bagi mereka yang masih mendambakan sentuhan seni manusia. Inilah kisah perjuangan para musisi yang ingin membuktikan bahwa melodi dari hati mampu menggetarkan jiwa.
Carole adalah gadis pekerja keras yang hidup di ibu kota Alba City. Meski sibuk bertahan hidup, ia tetap setia memetik pianonya di sela waktu. Hidupnya berubah drastis saat ia bertemu dengan seorang gadis pelarian kaya raya yang memiliki mimpi besar untuk bermusik.
Tuesday memutuskan meninggalkan kenyamanan hidupnya demi mengejar impian sebagai musisi. Bersama, mereka membentuk duo yang menantang arus industri musik yang dikuasai AI. Hubungan mereka tumbuh dari kecocokan emosional serta kerinduan mendalam untuk jujur pada diri sendiri.
Mereka harus menghadapi rintangan industri yang sangat dingin dan penuh perhitungan. Tantangan mulai muncul saat musisi saingan dan sistem pasar berusaha menghalangi langkah mereka. Keduanya harus berjuang ekstra keras agar suara orisinal mereka bisa didengar dunia luas.
Dua gadis ini berusaha menembus batas melampaui logika teknologi yang kaku. Dengan gitar dan piano, mereka menantang ekspektasi publik Mars. Apakah lagu sederhana dari dua jiwa yang berbeda ini sanggup menyentuh hati penduduk planet merah dan mengubah sejarah selamanya?