Dunia teknologi gempar saat peluncuran mesin realitas virtual tercanggih bernama Cocoon. Namun, suasana pesta berubah mencekam ketika seorang pengembang ditemukan tewas misterius. Kasus ini membawa detektif muda Conan Edogawa terjun ke dalam simulasi permainan berbahaya.
Bersama teman-temannya, Conan harus memenangkan permainan hidup-mati berlatar London abad ke-19. Tantangan utamanya adalah melacak sosok legendaris Jack the Ripper. Kecerdasan Ran Mouri sangat diuji saat ia berusaha bertahan di tengah ancaman kriminal kejam.
Ai Haibara turut mendampingi dengan analisis tajamnya, meski situasi semakin tak terkendali karena kendali permainan diambil alih oleh kecerdasan buatan. Ketegangan memuncak saat mereka menyadari bahwa nyawa seluruh pemain kini benar-benar terancam bahaya nyata.
Sosok Agasa Hiroshi yang menciptakan alat bantu canggih bagi mereka pun tak bisa berbuat banyak di luar sistem. Sementara itu, Sonoko Suzuki ikut terjebak dalam pusaran permainan yang mengaburkan batas antara dunia digital dan realita yang dingin.
Dalam suasana London berkabut yang kelam, mereka harus bekerja sama menghadapi musuh yang sulit ditebak. Conan berjuang membuktikan bahwa logika dan tekad kuat manusia mampu menembus batasan mesin, demi menyelamatkan teman-temannya dari ancaman yang mengerikan.
Dunia komedi sekolah yang absurd menanti lewat kehidupan sehari-hari enam siswi unik. Dari masuknya siswi jenius yang masih anak-anak hingga guru olahraga yang eksentrik, keseharian mereka penuh dengan kekacauan lucu yang tak terduga dan sangat menghibur.
Sosok Chiyo Mihama adalah anak ajaib yang duduk di kelas sepuluh. Dia berinteraksi dengan Sakaki, si pendiam yang misterius dan pecinta kucing, serta Ayumu Kasuga, gadis pelupa yang sering melamun dengan cara yang sangat kocak.
Ada pula Tomo Takino yang super energetik dan selalu mencari masalah, didampingi Koyomi Mizuhara yang sering kesal dengan kelakuan temannya. Dinamika mereka menciptakan gesekan komedi yang organik dalam setiap kegiatan sekolah yang membosankan.
Kehadiran Sakaki yang sangat ingin memeluk kucing meski selalu dicakar, beradu dengan obsesi Kagura yang kompetitif dalam bidang olahraga. Persahabatan mereka diuji lewat ujian sekolah, festival budaya, hingga liburan musim panas yang kacau.
Kisah ini menyoroti ikatan persahabatan tulus di tengah masa remaja yang penuh warna. Tanpa konflik berat, penonton diajak menikmati kehangatan hubungan antar karakter yang jenaka, ceroboh, namun sangat dekat di hati dalam menjalani hidup yang santai.