Menjadi siswa SMA bukanlah perkara mudah, apalagi di sekolah khusus pria yang penuh dengan kekacauan konyol. Tanpa kehadiran siswi untuk dipuja, kehidupan sehari-hari berubah menjadi ajang eksperimen gila dan obrolan random yang benar-benar absurd bagi remaja laki-laki.
Tokoh utamanya, Tadakuni, harus bertahan menghadapi ulah teman-temannya yang seringkali tidak masuk akal. Meski ia tampak paling normal, kehadiran Hidenori dengan ide-ide anehnya selalu berhasil menjebaknya ke dalam situasi yang sangat memalukan.
Di sisi lain, ada Yoshitake yang selalu antusias mengikuti kebodohan kawan-kawannya. Ketiganya sering terjebak dalam delusi masa remaja, mulai dari membayangkan pertarungan epik melawan robot hingga mencoba memakai pakaian dalam wanita demi alasan riset konyol.
Interaksi mereka dengan siswa lain, seperti Motoharu yang sering menjadi korban kejahilan, menambah lapisan komedi yang luar biasa. Ketegangan kecil sering terjadi saat mereka mencoba menutupi rasa malu di depan para siswi dari sekolah tetangga yang sangat cantik.
Masalah sepele pun bisa meledak menjadi tragedi komedi yang mengocok perut setiap harinya. Anime ini dengan jenius menangkap esensi masa muda yang membingungkan namun penuh tawa, membuktikan bahwa hidup remaja pria memang sesederhana dan sebodoh itu saja.
Dunia prasejarah yang ganas mendadak menjadi panggung kisah mengharukan tentang ikatan tak terduga. Di tengah kerasnya kehidupan predator yang saling memangsa, sebuah telur misterius tersesat ke sarang herbivora dan menetas menjadi ancaman bagi seluruh kawanan.
Bayi karnivora itu tumbuh besar di bawah asuhan penuh kasih sayang sosok ibu herbivora bernama Mama. Meski secara fisik sangat berbeda dan ditakdirkan menjadi predator buas, ia tetap berusaha keras untuk menyembunyikan jati diri aslinya demi keluarga.
Sosok Heart tumbuh dengan gejolak batin yang hebat saat menyadari siapa dirinya sebenarnya. Ia terpaksa menjauh dari pelukan hangat sang ibu demi melindungi kedamaian kawanan, sembari terus berjuang melawan insting liar yang mengalir dalam darahnya.
Takdir mempertemukannya dengan sesama predator dingin bernama Bakku yang menantang prinsip hidupnya. Konflik batin pun memuncak saat ia dihadapkan pada pilihan sulit antara mengikuti hukum alam yang kejam atau tetap memegang teguh nilai kasih sayang.
Perjalanan emosional ini mempertanyakan apakah naluri bisa dikalahkan oleh cinta yang tulus. Di tengah dunia yang penuh dengan gigi tajam, ia berusaha mencari arti jati diri dan membuktikan bahwa kasih sayang mampu melampaui segala batasan jenis spesies.