Hidup remaja malang berubah drastis setelah ayahnya kabur akibat utang judi yang menumpuk. Terusir dari rumah, Nanami Momozono yang tak punya tempat tinggal mendadak bertemu orang asing yang menawarinya rumah tepat saat nasibnya berada di titik terendah.
Ternyata rumah itu adalah kuil tua yang dihuni roh pelindung kasar bernama Tomoe. Karena tipu muslihat sang pria asing, Nanami kini mewarisi peran sebagai dewa kuil yang baru, sebuah tanggung jawab supranatural yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan.
Hubungan keduanya pun dimulai dengan penuh ketegangan dan benci, karena sang rubah iblis enggan melayani dewi manusia yang dianggap lemah. Meski sering berselisih, mereka terikat dalam kontrak takdir yang memaksa mereka saling bergantung demi menjaga kuil tetap utuh.
Masalah kian rumit ketika sosok seperti Mizuki, seekor ular setia, muncul dan menambah dinamika hubungan mereka. Nanami harus berjuang menyeimbangkan kehidupan sekolahnya dengan tugas dewa, sambil berusaha menaklukkan hati pelindungnya yang sangat keras kepala itu.
Kehidupan di kuil membawa mereka menghadapi berbagai makhluk gaib dan ujian emosional yang mendalam. Akankah Nanami mampu membuktikan kemampuannya sebagai dewa sejati, sekaligus mencairkan hati dingin sang rubah sebelum takdir memisahkan mereka selamanya di dunia ini?
Dunia penuh warna ini menawarkan keseharian unik di mana hewan dan manusia hidup berdampingan secara harmonis. Sebuah kafe populer menjadi titik kumpul utama yang menyajikan kopi lezat dan humor receh khas pemiliknya, menciptakan suasana hangat bagi siapa pun yang singgah melepas penat.
Pemilik kafe yang karismatik, Shirokuma, sangat gemar melontarkan lelucon garing yang bikin geleng-geleng kepala. Ia bersahabat karib dengan Panda, seekor makhluk malas yang lebih suka menggantung diri di pohon daripada bekerja produktif meski punya obsesi.
Di sisi lain, ada Penguin yang sering menjadi sasaran empuk kejahilan sang beruang kutub. Dinamika persahabatan mereka penuh perdebatan lucu, terutama saat mereka mencoba menavigasi masalah cinta, karier, hingga dilema kehidupan sehari-hari yang sangat terasa nyata.
Kehadiran Sasako, manusia satu-satunya yang bekerja di kafe, menjadi penyeimbang yang waras di tengah tingkah laku hewan-hewan eksentrik tersebut. Ia seringkali terjebak dalam situasi absurd akibat ulah para pengunjung tetap yang tak terduga dan penuh kejutan.
Ketegangan ringan muncul saat mereka harus menghadapi tantangan pekerjaan atau perselisihan pendapat kecil. Namun, ikatan persahabatan mereka tetap menjadi pusat cerita yang menghangatkan hati, membuktikan bahwa perbedaan bukanlah hambatan untuk berbagi tawa bersama.