Dunia modern yang penuh sesak menyembunyikan rahasia besar di mana manusia dan makhluk supranatural hidup berdampingan. Ketika hutan tempat tinggalnya dihancurkan oleh pembangunan kota, Xiaohei, seekor kucing iblis kecil, terpaksa mengembara.
Dalam pelariannya, ia bertemu dengan Fengxi, sesama makhluk supranatural yang menawarkan perlindungan dan tempat bernaung. Mereka pun mulai membangun ikatan persaudaraan yang erat di tengah dunia yang terasa semakin asing dan kejam bagi para iblis.
Namun, ketenangan itu terusik saat seorang penegak hukum tangguh bernama Infinity muncul untuk menangkap Xiaohei. Pertemuan tak terduga ini memaksa sang kucing kecil mempertanyakan jati dirinya sendiri serta makna sebenarnya dari sebuah rumah yang aman.
Ketegangan memuncak ketika Xiaohei terjebak di antara dua kubu dengan prinsip bertentangan. Ia harus belajar memahami sisi gelap dunia manusia dan kompleksitas moralitas para iblis, sambil berusaha keras melindungi eksistensi kaumnya dari ancaman kehancuran.
Perjalanan emosional ini membawa Xiaohei pada pencarian identitas yang mendalam di tengah konflik memanas. Apakah ia akan memihak pada dendam masa lalu, atau justru memilih jalan damai yang sulit untuk menciptakan masa depan baru bagi semua makhluk hidup?
Dunia e-sports yang kompetitif mulai menggeliat, membawa para pemain berbakat menuju kejayaan digital yang belum terjamah. Di tengah era keemasan game Glory, sebuah tim baru berambisi merajai liga profesional dengan mengandalkan strategi dan kerja keras.
Di balik gemerlap layar, Ye Xiu melangkah sebagai pemuda penuh ambisi yang memikul beban besar. Meski berbakat, ia harus beradaptasi dengan rekan setimnya, termasuk Su Muqiu, demi membangun fondasi tim yang solid untuk menghadapi kerasnya liga.
Hubungan antara dua sahabat ini menjadi inti dari dinamika tim. Mereka bukan sekadar rekan bertanding, melainkan dua jiwa yang memiliki visi serupa dalam mengejar trofi impian, meski tantangan ego dan perbedaan cara pandang kerap memicu gesekan kecil.
Munculnya rival-rival tangguh memaksa mereka untuk terus berkembang. Wu Xuefeng hadir sebagai pilar penyeimbang di dalam skuad, berusaha menyatukan setiap perbedaan agar mereka bisa berdiri tegak saat berhadapan dengan lawan yang jauh lebih berpengalaman.
Konflik internal dan tekanan turnamen semakin memuncak seiring berjalannya waktu. Apakah mereka mampu mengesampingkan perbedaan demi puncak kejayaan, atau justru ambisi mereka akan hancur oleh kerasnya dunia profesional yang penuh dengan intrik tak terduga?