Dunia penuh misteri kelam dan teror supranatural menanti mereka yang berani melangkah terlalu jauh. Anime horor thriller ini menyajikan kisah mencekam di mana batasan antara dunia manusia dan entitas roh jahat semakin kabur, menciptakan atmosfer ketakutan yang intens.
Keitaro Gentoga adalah seorang pemuda yang memiliki kemampuan unik untuk menarik hantu, sebuah kutukan yang merusak hidupnya. Setelah insiden mengerikan, ia berusaha menjauhkan diri dari hal mistis demi mencari kedamaian hidup normal bersama teman-temannya.
Rencana damai itu hancur saat ia bertemu Yayoi Hozuki, gadis kecil jenius nan misterius. Yayoi memiliki mata terkutuk dan ambisi besar untuk mencari roh yang menculik ibunya. Ia memaksa Keitaro menjadi asistennya untuk memburu hantu yang berbahaya.
Kehadiran Eiko Hozuki sebagai teman dekat Keitaro menambah dinamika cerita yang kompleks. Ia terjebak di tengah obsesi Yayoi dan penderitaan Keitaro, mencoba menjaga kewarasan mereka di tengah perburuan roh ganas yang mengancam nyawa setiap saat mereka.
Mereka harus menaklukkan ketakutan terdalam demi mengungkap rahasia gelap di balik setiap fenomena supranatural. Setiap lokasi yang mereka kunjungi menyimpan dendam lama, menantang nyali para karakter untuk bertahan hidup dari teror yang sangat mematikan.
Di kota Nanao yang tenang, malam bagi sebagian orang bukanlah waktu untuk istirahat, melainkan siksaan sunyi. Insomnia kronis merenggut ketenangan mereka, menciptakan tembok pemisah antara kehidupan sekolah yang ceria dan realita melelahkan saat matahari terbenam.
Ganta Nakami adalah remaja pemurung yang terjebak dalam lingkaran kurang tidur. Rasa lelah yang menumpuk membuatnya terisolasi di sekolah, hingga akhirnya ia tidak sengaja menemukan tempat perlindungan rahasia di observatorium tua yang kini terbengkalai.
Di sana, ia bertemu dengan Isaki Magari, gadis populer yang menyimpan rahasia serupa. Keduanya segera menyadari bahwa mereka memiliki kesamaan unik: mencari ketenangan di balik dinding observatorium yang tidak lagi digunakan oleh klub astronomi mana pun.
Hubungan mereka berkembang dari sekadar teman senasib menjadi rekan berbagi cerita di bawah langit malam. Mereka mencoba mengisi kekosongan waktu dengan petualangan kecil, saling menjaga agar tidak merasa sendirian saat dunia lain sedang terlelap dalam mimpi.
Namun, ketakutan akan masa depan dan tekanan untuk kembali ke pola hidup normal terus membayangi. Mampukah mereka mempertahankan ruang aman itu, atau akankah realitas memaksa mereka untuk terbangun dari kenyamanan malam yang selama ini mereka nikmati?