Waktu SD, Shouya Ishida itu tipe bocah yang iseng banget dan hobi cari sensasi. Saking pengennya dianggap keren, dia malah jadi tukang bully parah ke teman sekelasnya yang tuli bernama Shouko Nishimiya. Kelakuan dia yang nggak banget itu akhirnya bikin dia dikucilin sama teman-temannya sendiri, sampai akhirnya dia sadar kalau perbuatannya cuma bikin hidupnya sendiri jadi sepi dan terpuruk.
Pas udah SMA, sifatnya berubah drastis jadi cowok yang pendiam dan selalu nunduk kalau jalan, seolah dia ngerasa nggak pantes buat bergaul sama orang lain. Rasa bersalah terus-terusan menghantui pikirannya sampai dia ngerasa hidupnya udah nggak ada artinya lagi. Tapi, takdir mempertemukan dia lagi sama Shouko Nishimiya, dan di situ dia mutusin buat nebus semua dosa masa lalunya dengan cara belajar bahasa isyarat.
Perjalanan Shouya Ishida buat memperbaiki diri itu nggak gampang karena dia harus ngadepin trauma masa lalu dan ketakutannya sendiri. Pelan-pelan, dia mulai belajar cara membuka diri, menghargai orang lain, dan akhirnya bisa ngeliat wajah teman-temannya lagi tanpa rasa bersalah. Dari sini kita belajar kalau setiap orang pasti punya kesempatan buat berubah jadi lebih baik, asal ada niat buat berdamai sama masa lalu.