Selama sepuluh tahun keliling dunia demi ngalahin Raja Iblis, geng pahlawan—Himmel, pendeta Heiter, kurcaci Eisen, dan penyihir elf Frieren—udah ngelewatin banyak hal bareng. Dari petualangan seru sampai berantem di medan perang, mereka jadi dekat banget dan punya banyak kenangan manis... ya, setidaknya buat sebagian besar dari mereka. Soalnya buat Frieren, waktu sepuluh tahun itu berasa sebentar banget dibandingin umurnya yang udah seribu tahun lebih.
Makanya, pas urusan sama Raja Iblis kelar dan tim mereka bubar, Frieren santai aja balik ke rutinitas lamanya: keluyuran nyari mantra sihir baru. Karena punya "jam biologis" yang beda sendiri, dia kayak nggak ngerasa petualangan kemarin itu sebagai sesuatu yang spesial. Tapi seiring berjalannya waktu, Frieren baru sadar kalau momen bareng teman-temannya dulu ternyata ngebekas banget di hatinya.
Apalagi setelah dia ngeliat sendiri teman-temannya satu per satu meninggal karena usia. Frieren mulai nyesel karena dulu terlalu cuek dan menganggap remeh kehadiran mereka. Dari situ, dia bertekad buat lebih ngertiin manusia dan pengen punya hubungan yang tulus sama orang lain. Petualangan legendaris mereka emang udah lama beres, tapi perjalanan baru Frieren justru baru mau dimulai.
Ketegangan mencapai titik didih saat Agensi Detektif Bersenjata dituduh sebagai organisasi teroris. Dunia berbalik melawan mereka, memaksa para detektif berbakat ini bersembunyi sambil berusaha mengungkap konspirasi besar yang mengancam kedamaian kota Yokohama.
Atsushi Nakajima kini berpacu dengan waktu untuk membuktikan kehormatan rekan-rekannya. Ia harus mengandalkan insting serta keberaniannya di tengah kepungan musuh yang tak terlihat, sementara kebenaran tentang dalang di balik kekacauan ini mulai terkuak.
Di sisi lain, Osamu Dazai terjebak dalam permainan psikologis mematikan di dalam penjara. Hubungan rumitnya dengan musuh bebuyutan, Fyodor Dostoevsky, menjadi kunci utama untuk memecahkan teka-teki taktik organisasi Decay of the Angel yang sangat berbahaya.
Ranpo Edogawa pun bergerak dengan kecerdasannya yang jenius untuk menyelamatkan anggota agensi yang tersebar. Ia berusaha menyatukan kepingan informasi, meski harus berhadapan dengan lawan tangguh yang mampu memanipulasi realitas demi ambisi gelap mereka sendiri.
Pertaruhan nyawa kini menjadi taruhan mutlak bagi setiap individu di medan tempur. Saat pengkhianatan dan keadilan saling beradu, mereka dipaksa membuat pilihan sulit demi mempertahankan idealisme di tengah dunia yang penuh tipu muslihat serta penuh bahaya.