Dunia percintaan sekolah tidak selalu berakhir manis dengan pernyataan cinta. Seringkali, ada pihak yang harus merelakan perasaan mereka saat orang yang dicintai memilih orang lain. Kisah komedi romantis ini justru menyoroti mereka yang kalah dalam percintaan.
Kehidupan sekolah Nukumizu Kazuhiko yang tenang mendadak berubah drastis saat ia menyaksikan penolakan cinta secara langsung. Tanpa disangka, ia malah terjebak menjadi pendengar setia bagi para gadis yang sedang patah hati karena ditolak gebetannya.
Gadis enerjik bernama Yanami Anna menjadi sosok pertama yang menyeretnya dalam situasi kacau ini. Diikuti oleh Yakishio Remon dan Basori Komari, mereka membentuk kelompok unik yang berisi para pahlawan wanita yang bernasib tragis.
Kazuhiko kini harus berurusan dengan kepribadian mereka yang kompleks sekaligus lucu. Meski hanya menjadi penonton, keterlibatannya dengan para gadis ini perlahan mulai mengubah perspektif hidupnya tentang arti cinta, penolakan, dan bagaimana berdamai dengan luka.
Dinamika yang terjadi antara mereka menciptakan kekacauan yang tak terduga namun tetap menghangatkan hati. Mereka pun saling mendukung untuk bangkit dari kegagalan. Akankah para gadis ini menemukan kebahagiaan baru di tengah kekalahan cinta yang pahit itu?
Dunia sihir yang megah menuntut penguasaan elemen tingkat tinggi bagi siapa pun yang ingin mencapai puncak menara langit. Di sini, kekuatan magis adalah segalanya, menentukan status sosial dan masa depan. Namun, realita kejam menanti mereka yang lahir tanpa bakat alami.
Pemuda ambisius bernama Will Serfort terperangkap dalam sistem ini. Meski tak bisa merapalkan mantra sihir sedikit pun, ia bertekad meniti jalan terjal sebagai penyihir hebat demi memenuhi janji masa kecilnya dengan seseorang yang sangat ia hargai dan cintai.
Hubungannya dengan Elfaria Albis Serfort menjadi kompas kehidupan Will. Sang gadis jenius telah melesat jauh menjadi penyihir elit, sementara Will harus berjuang dengan pedang di tangan, menghadapi monster mematikan demi mengumpulkan poin prestasi yang krusial.
Tekanan dari lingkungan akademis yang diskriminatif membuat perjalanan Will penuh penghinaan. Rekan-rekan sezamannya memandang rendah gaya bertarungnya yang unik, namun dia tetap teguh membuktikan bahwa ketangkasan fisik mampu menandingi keanggunan sihir kuno.
Pertarungan melawan monster dungeon raksasa memaksa Will melampaui batas fisiknya. Mampukah ia membuktikan bahwa tekad baja lebih berharga daripada bakat bawaan? Inilah kisah epik perjuangan seorang pendekar pedang yang menantang kemustahilan demi mimpi besar.