Dunia kelam abad ke-19 dipenuhi oleh Akuma, mesin pembunuh ciptaan iblis yang memakai jiwa manusia sebagai bahan bakar. Hanya ordo rahasia para pengusir setan yang mampu melawan ancaman mengerikan ini untuk menyelamatkan umat manusia dari kehancuran total.
Pemuda berambut putih bernama Allen Walker menjadi harapan terakhir setelah bergabung dengan Ordo Kegelapan. Dengan tangan terkutuk yang bisa membasmi Akuma, ia berjuang keras menekan rasa sakit sambil mencari makna di balik takdir yang kejam.
Di sisi lain, terdapat Yu Kanda, rekan setim yang dingin dengan pedang legendaris miliknya. Hubungan mereka penuh ketegangan, diwarnai perbedaan prinsip yang tajam. Meski sering berselisih, keduanya bahu-membahu dalam misi berbahaya melawan musuh abadi.
Musuh utama mereka, Millennium Earl, terus memanipulasi kesedihan manusia demi menciptakan pasukan Akuma yang lebih kuat. Ia memimpin klan Noah yang haus kehancuran, membuat situasi bagi para pengusir setan semakin genting dan sangat tidak menguntungkan.
Perang besar antara iman dan keputusasaan pun tak terelakkan di sini. Misteri masa lalu yang tersimpan rapat mulai terkuak, memaksa para pahlawan untuk mempertanyakan harga sebuah kemenangan. Apakah mereka mampu bertahan hidup di tengah kegelapan pekat?
Dunia kriminal Roanapur kembali membara dengan intensitas yang lebih gila dan mematikan. Aksi tembak-menembak berdarah di jalanan kini menjadi rutinitas bagi para tentara bayaran yang mencari uang di balik kekacauan kota pelabuhan penuh dosa tersebut.
Rock kini makin terjerumus dalam sisi gelap, berusaha menyeimbangkan moralitasnya dengan realitas brutal. Sementara itu, Revy yang liar terus memamerkan kemampuan menembak tanpa ampun demi bertahan hidup dalam setiap misi berbahaya yang datang.
Dinamika antara keduanya semakin rumit saat Dutch memimpin kru Lagoon Company menghadapi ancaman dari kartel internasional. Konflik loyalitas dan ego membuat kerja sama tim sering berada di ujung tanduk, memicu perselisihan internal yang makin panas.
Hadirnya musuh baru seperti Balalaika yang dingin dan kalkulatif membawa tantangan yang menguji batas kewarasan mereka. Pertarungan memperebutkan kekuasaan di kota ini menuntut pengorbanan besar serta keberanian untuk terus hidup di tengah hujan peluru.
Tema tentang eksistensi, moralitas, dan penebusan dosa menjadi sorotan utama dalam kekacauan ini. Setiap karakter dipaksa menghadapi masa lalu mereka yang kelam sambil berupaya menavigasi konspirasi besar yang mengintai di balik setiap tarikan pelatuk senapan.