Musim kedua ini kembali membawa kita ke kehidupan SMA Pertanian Ooezo yang penuh warna dan tantangan. Setelah melewati masa orientasi yang melelahkan, siswa-siswi kini dihadapkan pada realitas keras dunia agrikultur yang menuntut dedikasi fisik serta mental kuat.
Yugo Hachiken terus berjuang mencari jati diri di tengah lingkungan yang jauh dari kenyamanan kota. Ia kini mulai memahami bahwa kerja keras di peternakan bukan sekadar tentang nilai akademik, melainkan tentang menghargai nyawa dan sumber makanan.
Kedekatannya dengan Aki Mikage semakin berkembang seiring dengan tanggung jawab mereka di klub berkuda. Namun, tekanan dari keluarga dan ekspektasi masa depan mulai menghantui pikiran mereka, membuat hubungan keduanya menjadi canggung sekaligus manis.
Munculnya berbagai masalah tak terduga di peternakan memaksa Hachiken untuk lebih berani dalam mengambil keputusan krusial. Ia harus belajar bekerja sama dengan rekan-rekannya seperti Ichiro Komaba, yang juga tengah menghadapi cobaan besar dalam hidupnya.
Konflik batin dan tanggung jawab yang semakin berat menjadi inti perjalanan mereka musim ini. Akankah Hachiken menemukan impian sebenarnya di antara tumpukan jerami, atau justru ia akan kembali terjebak dalam keraguan tentang masa depan yang belum pasti?
Neraka bukan sekadar tempat hukuman bagi pendosa, melainkan birokrasi super sibuk yang membutuhkan manajemen ketat. Di tengah kekacauan populasi yang meledak, muncul komedi surealis yang mengungkap sisi operasional dunia bawah dengan nuansa satir yang sangat tajam.
Sosok dibalik ketertiban neraka adalah Hoozuki, iblis dingin yang menjadi tangan kanan Raja Enma. Dengan kepribadian kejam namun efisien, ia memastikan setiap siksaan berjalan sesuai prosedur tanpa ada celah bagi jiwa-jiwa jahat untuk bisa meloloskan diri.
Kehidupan sehari-hari Hoozuki dipenuhi interaksi kocak dengan Enma, sang penguasa neraka yang sering kali takut pada bawahannya sendiri. Dinamika mereka menciptakan ketegangan komikal, di mana sang atasan harus tunduk pada kedisiplinan dan amarah bawahannya.
Tidak hanya berurusan dengan birokrasi, neraka juga kedatangan Momotaro yang kini bekerja di sana. Pertemuan antara legenda rakyat dan kenyataan birokrasi modern menambah lapisan cerita yang absurd, memicu konflik konyol dalam keseharian para penghuninya.
Keseimbangan dunia bawah dipertaruhkan setiap hari, menuntut efisiensi di tengah tuntutan neraka yang semakin kompleks. Menjelajahi sisi gelap namun jenaka, anime ini membuktikan bahwa bahkan di neraka sekalipun, beban kerja tetap menjadi musuh terbesar bagi semua orang.