Easygoing Territory Defense by the Optimistic Lord: Production Magic Turns a Nameless Village into the Strongest Fortified City
12 Episode 6
Sinopsis
Van, anak keempat dari keluarga bangsawan terpandang, baru umur dua tahun pas mendadak ingat kalau di kehidupan sebelumnya dia adalah seorang salaryman (pegawai kantoran) di Jepang. Berbekal otak orang dewasa di dalam tubuh balita, dia langsung dianggap sebagai anak jenius.
Tapi, status anak ajaib itu langsung runtuh pas dia umur delapan tahun dan kedapatan cuma punya keahlian Production Magic alias sihir produksi/kerajinan. Di keluarganya yang sangat mendewakan sihir petarung buat perang, kemampuan bikin-bikin barang kayak gitu dianggap sampah dan nggak berguna.
Alhasil, Van langsung dibuang dan diasingkan buat memimpin sebuah desa kecil bin terpencil di ujung negeri sebagai bentuk hukuman yang memalukan. Cuma ditemani sama pelayan setianya, memori kehidupan masa lalu, dan sihir yang dianggap "nggak guna" itu, perjuangan Van pun dimulai. Bisakah dia ngubah nasib desa terpencil itu—sekaligus membuktikan kekuatannya sendiri—menjadi wilayah yang maju dan makmur?
Dunia jujutsu kini berada di ambang kehancuran total setelah insiden Shibuya yang mengerikan. Sebuah permainan mematikan bernama Culling Game resmi dimulai, memaksa penyihir bertarung sampai mati demi mempertahankan tatanan dunia yang semakin kacau dan penuh teror.
Yuji Itadori harus memikul beban berat sebagai wadah bagi sang raja kutukan, sementara ia berusaha mencari sekutu di tengah keputusasaan. Hubungannya dengan teman-teman penyihir diuji saat mereka dipaksa membuat pilihan moral yang sangat sulit.
Megumi Fushiguro mengambil tanggung jawab besar sebagai pemimpin demi menyelamatkan orang tersayang dari kutukan yang mengikat. Di sisi lain, Maki Zenin bangkit dengan kekuatan baru setelah tragedi keluarga yang mengubah pandangannya selamanya.
Konflik internal kian memuncak karena ancaman pengkhianatan dari dalam organisasi jujutsu itu sendiri. Para penyihir tingkat tinggi terjebak dalam intrik kuno yang rumit, membuat ambisi mereka berbenturan dengan kenyataan pahit yang terus mengintai setiap langkah.
Pertarungan brutal di arena koloni menjadi pusat dari kekacauan ini, di mana ego dan keinginan egois para pemain saling bertabrakan. Tekanan emosional pun memuncak seiring misteri di balik permainan terkutuk ini perlahan mulai menyingkap kebenaran gelap dunia.