Dunia Rakugo yang pudar perlahan bangkit kembali di tengah perubahan zaman era Showa. Seni bercerita tradisional ini bukan sekadar hiburan, melainkan cerminan jiwa yang melankolis dan penuh tekanan. Tradisi kuno ini menjadi panggung bagi kisah cinta, pengkhianatan, dan ambisi.
Kini Yotaro, sang mantan napi yang telah menjadi master, berusaha keras menjaga warisan seni ini tetap hidup. Ia memikul tanggung jawab besar sambil berhadapan dengan ekspektasi tinggi masyarakat yang mulai melupakan akar budaya mereka di tengah modernisasi.
Di balik layar, Yakumo sang legenda hidup terus dibayangi masa lalu kelam yang menghantuinya. Hubungan rumit mereka yang penuh tensi antara guru dan murid menciptakan dinamika emosional yang menguras batin, mempertanyakan arti dedikasi dalam seni yang sekarat.
Sementara itu, Konatsu hadir sebagai sosok penggerak yang ambisius, berjuang melawan batasan gender demi mendapatkan pengakuan di dunia pria. Kehadirannya menantang status quo, membawa konflik batin yang mendalam bagi mereka yang terjebak dalam tradisi kaku.
Ketegangan memuncak saat rahasia masa lalu mulai terkuak, memaksa para seniman rakugo ini menghadapi kenyataan pahit. Inilah kisah dramatis tentang harga sebuah warisan dan bagaimana setiap karakter berusaha menemukan suara mereka di tengah desingan waktu yang kejam.
Dunia alternatif yang terjebak dalam perang besar ala Perang Dunia I menjadi panggung utama drama militer ini. Sihir dan teknologi bersatu dalam kekacauan, memaksa para tentara bertarung di angkasa dengan senjata mematikan di tengah ketegangan politik global.
Di balik sosok gadis kecil berambut pirang, tersimpan jiwa seorang pria kantoran ateis yang bereinkarnasi. Tanya Degurechaff adalah penyihir jenius dengan ambisi karier yang dingin, licik, dan sangat haus akan efisiensi di medan perang brutal.
Konflik batinnya muncul saat ia harus berhadapan dengan entitas supranatural bernama Being X. Makhluk ilahi ini terus menantang keyakinan sang protagonis, memaksanya untuk terus berada di garis depan demi bertahan hidup sekaligus memancing kemarahannya.
Di sisi lain, komandan Erich von Rerugen mulai mencurigai kewarasan gadis kecil itu. Ia terjebak dalam dilema antara mengagumi taktik brilian sang letnan kolonel dan ketakutan akan sifat haus darah yang tersembunyi di balik senyum lugu sang bocah.
Perjalanan ini menyoroti bagaimana logika kejam menghadapi keajaiban yang tidak rasional. Sang gadis kecil terus berjuang mendaki tangga militer demi kedamaian masa depan, meski ia harus mengorbankan segalanya demi menghadapi takdir yang sengaja disabotase.