Di tengah hiruk pikuk kota Kyoto yang ajaib, kehidupan kaum tanuki, tengu, dan manusia saling berjalin dalam harmoni yang rapuh. Kehidupan kembali berlanjut dengan penuh warna, namun bayang-bayang masa lalu yang kelam tetap menghantui keseimbangan kota ini.
Yasaburo Shimogamo kini harus menghadapi tanggung jawab baru sembari tetap menjalani hari-harinya yang konyol. Ia berusaha menjaga martabat keluarganya yang eksentrik di tengah tekanan dari pihak-pihak yang ingin mengguncang tatanan dunia supranatural.
Kehadiran sosok legendaris, Nidaime, membawa angin perubahan yang tidak terduga bagi para tengu di Kyoto. Kembalinya sang putra dari Inggris ini memicu tensi tinggi, terutama bagi Benten yang selama ini hidup dalam misteri dan ambiguitas emosional.
Hubungan rumit antara Yaichiro sebagai kakak sulung yang kaku dan adik-adiknya kembali diuji oleh berbagai intrik politik. Mereka harus berhadapan dengan musuh lama yang licik serta rahasia keluarga yang mulai terkuak perlahan demi menjaga kehormatan tanuki.
Konflik memuncak saat garis batas antara dunia manusia dan makhluk magis mulai memudar, mengancam kedamaian yang sudah lama dijaga. Di sini, arti sebenarnya dari kebodohan dan kearifan dipertaruhkan demi melindungi satu-satunya rumah yang mereka miliki bersama.
Menapaki tahun ketiga di sekolah menengah pertama, kehidupan remaja terasa penuh dengan gejolak emosi dan kecanggungan. Di tengah hiruk-pikuk masa sekolah, sebuah kisah romansa polos bersemi perlahan, menangkap dinamika perasaan yang sulit untuk diucapkan.
Kotarou Azumi adalah siswa pendiam yang gemar menulis novel dan sering menyendiri. Dunianya berubah total saat ia mulai memperhatikan seorang gadis atletis di kelasnya, memicu benih-benih perasaan yang selama ini belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Gadis itu adalah Akane Mizuno, anggota klub lari yang ceria namun menyimpan kecemasan tersendiri. Keduanya terhubung lewat interaksi canggung dan pesan teks yang manis, membangun ikatan emosional di tengah tekanan tugas sekolah serta ekspektasi keluarga.
Namun, cinta remaja tidaklah semudah yang dibayangkan. Kehadiran teman-teman di sekitar mereka yang juga tengah mencari jati diri membuat hubungan ini semakin rumit, menuntut keberanian untuk jujur pada diri sendiri dan menghadapi ketakutan akan sebuah penolakan.
Di bawah sinar rembulan yang syahdu, mereka berdua berusaha mengartikan debar jantung yang kian tak menentu. Inilah kisah tentang proses pendewasaan, keraguan, dan bagaimana sebuah ketulusan sederhana mampu mengubah segalanya menjadi memori yang sangat berarti.