Dunia pasca-apokaliptik yang sunyi dan kelabu menyambut penonton dalam kisah surealis nan melankolis ini. Di tengah reruntuhan kota gothic yang mati, waktu seolah berhenti berdetak, menciptakan atmosfer misterius yang mencekam sekaligus sangat indah dipandang.
Seorang gadis muda bernama Gadis menjalani hari-harinya dalam kesendirian yang mendalam. Ia terus menjaga sebuah telur misterius dengan penuh kasih sayang, melindunginya dari bayang-bayang kegelapan yang mengintai di setiap sudut reruntuhan kota yang sunyi.
Kehidupannya berubah ketika ia bertemu dengan seorang pria asing yang membawa senjata berbentuk salib besar, yaitu Pria. Pertemuan mereka memicu interaksi yang penuh teka-teki, di mana pria itu mulai mempertanyakan makna dari telur yang selalu dibawa gadis itu.
Mereka memulai perjalanan panjang melintasi pemandangan yang tampak seperti mimpi buruk yang artistik. Di sepanjang jalan, keduanya berdebat mengenai eksistensi, iman, serta ingatan yang mulai memudar, menciptakan ketegangan psikologis yang sangat emosional dan intens.
Ketidakpastian menyelimuti langkah mereka saat mencari jawaban di balik simbolisme telur tersebut. Apakah itu merupakan harapan baru bagi dunia yang telah hancur, atau justru sebuah kutukan yang harus mereka tanggung dalam keabadian kesepian yang abadi ini?