Dunia urban yang kelam kembali menyajikan misteri supranatural penuh intrik. Di balik gemerlap lampu kota, takdir manusia mulai terjalin dengan ramalan masa depan yang mengerikan. Sebuah fenomena aneh muncul, memaksa mereka yang bergelut dengan kegelapan untuk berhadapan langsung dengan kenyataan yang sulit dibantah oleh logika akal sehat.
Shiki Ryougi tetap menjadi sosok yang dingin dengan mata mistisnya. Kehidupannya yang tenang terusik saat ia bertemu dengan seseorang yang mampu melihat masa depan. Pertemuan ini bukan sekadar kebetulan, melainkan takdir yang menguji prinsip hidupnya di tengah konflik eksistensial yang membingungkan.
Di sisi lain, Mikiya Kokutou berusaha menjaga kewarasan di antara kekacauan supernatural. Hubungannya dengan Shiki kian mendalam seiring mereka berhadapan dengan ancaman baru. Mikiya menjadi jangkar emosional yang penting, mencoba melindungi mereka dari bahaya yang mulai mengintai dari balik bayang-bayang masa depan.
Munculnya Mitsuru Kamekura yang memiliki kemampuan prediksi akurat menambah rumit situasi. Ia terjebak dalam dilema antara kehendak bebas dan takdir yang tertulis. Konfrontasi antara mereka mengungkap filosofi mendalam tentang apakah masa depan memang sudah ditentukan atau bisa diubah lewat pilihan manusia.
Ketegangan memuncak saat batas antara kenyataan dan penglihatan mulai memudar. Pertarungan ideologi pun pecah, menuntut keberanian untuk menentukan langkah di tengah ketidakpastian. Apakah masa depan hanyalah sebuah penjara atau jalan yang bisa dirajut dengan tangan sendiri di dunia yang penuh dengan rahasia mematikan ini?
Satu tahun setelah arwah sahabat mereka, Honma Meiko (Menma), mendadak muncul dan akhirnya berhasil pergi dengan damai, Jinta Yadomi dan sisa anggota grup Super Peace Busters berkumpul lagi. Demi menjaga kenangan manis tentang Menma agar gak pudar, mereka mutusin buat bikin ritual kecil: nulis surat yang ditujukan khusus buat mengenang sahabat masa kecil mereka itu. Sambil mencoba menikmati liburan musim panas bareng, sirkel pertemanan yang sempat retak ini mulai bernostalgia nginget-nginget lagi masa lalu mereka.
Film ini bakal ngebawa kita kilas balik ngeliat momen-momen emosional sebelum dan sesudah kematian Menma. Uniknya, alur cerita utama dari serialnya bakal diceritain ulang, tapi kali ini lewat sudut pandang (POV) masing-masing anggota Super Peace Busters—mulai dari Jinta, Anaru, Yukiatsu, Tsuruko, sampai Poppo. Kita bakal diajak ngeliat gimana perasaan jujur, penyesalan, dan rasa kehilangan yang selama ini dipendam sendirian oleh tiap karakter pasca ditinggal Menma.
Bisa dibilang, film ini adalah surat cinta sekaligus momen healing bagi para anggotanya buat bener-bener berdamai sama masa lalu. Lewat surat-surat yang mereka tulis, kelihatan jelas gimana kehadiran Menma—meski singkat—udah berhasil menyatukan dan mengubah hidup mereka jadi lebih kuat. Siap-siap aja buat tisu tambahan karena momen nostalgianya tetep bikin nyesek dan berkaca-kaca!
Berlatar Jepang era 1920-an yang penuh gejolak, film ini menyajikan drama sejarah yang emosional dan puitis. Kisah ini mengikuti perjuangan untuk menggapai mimpi di tengah kehancuran ekonomi, gempa bumi besar, hingga bayang-bayang perang dunia yang kian mencekam.
Sejak kecil, Jiro Horikoshi terobsesi pada keindahan pesawat terbang meski penglihatannya terbatas. Ia bertekad menjadi insinyur hebat di tengah zaman yang tidak menentu. Ambisinya membawanya pada tantangan teknis yang berat serta tuntutan ekspektasi industri.
Di tengah tekanan karier, ia bertemu dengan Nahoko Satomi, sosok wanita yang memikat hatinya lewat momen tak terduga. Hubungan mereka tumbuh dengan penuh ketulusan, namun dibayangi oleh kondisi kesehatan yang sangat rapuh dan sulit untuk disembuhkan segera.
Bagi sang insinyur, merancang mesin terbang adalah wujud cinta pada keindahan, sementara bagi sang kekasih, hidup adalah perjuangan untuk tetap bernapas. Keduanya berusaha merajut kebahagiaan di tengah konflik batin antara mengejar obsesi pribadi dan tanggung jawab sosial.
Seberapa jauh seseorang sanggup mengorbankan segalanya demi mewujudkan impian terbesar dalam hidup? Di tengah badai angin perubahan yang kencang, mereka harus memilih antara kejayaan karier yang gemilang atau kehadiran orang tersayang yang kian memudar setiap harinya.