Di planet Eden yang terpencil, sebuah proyek pengembangan pesawat tempur generasi baru memicu persaingan sengit. Ketegangan militer meningkat saat dua prototipe canggih diuji untuk menentukan masa depan pertahanan galaksi di tengah gempita teknologi mutakhir yang memukau.
Isamu Alva Dyson, seorang pilot penguji yang keras kepala dan nekat, kembali ke tempat kelahirannya. Ia harus berhadapan dengan rival masa kecilnya, Guld Goa Bowman, yang kini menjadi pilot elit dengan temperamen dingin dan obsesi yang sangat kuat.
Hubungan mereka yang dulu erat berubah menjadi permusuhan pahit karena bayang-bayang masa lalu. Di tengah pertikaian ini, Myung Fang Lone muncul sebagai produser musik bagi idola virtual, menciptakan ikatan emosional yang rumit di antara ketiganya.
Ketiganya terjebak dalam cinta segitiga yang penuh luka dan ambisi yang belum tuntas. Kehadiran Sharon Apple, sang penyanyi digital misterius, justru semakin memperkeruh situasi dengan pengaruhnya yang mampu memanipulasi perasaan serta pikiran manusia sekitar.
Konflik memuncak saat batas antara emosi manusia dan kendali mesin semakin kabur. Apakah mereka mampu menghadapi ego masing-masing sebelum segalanya hancur? Pertarungan langit yang epik dan melodi lagu yang menggugah jiwa akan menguji arti dari sebuah kebebasan.
Musim panas yang tenang membawa perubahan besar bagi remaja yang sedang mencari jati diri. Kisah slice-of-life nan hangat ini mengeksplorasi gejolak emosi saat mimpi masa depan mulai terasa nyata. Harapan dan keraguan pun bersinggungan di perpustakaan sekolah.
Shizuku Tsukishima adalah siswi kutu buku yang penuh imajinasi. Ia sering menghabiskan waktu dengan membaca, namun merasa hampa karena belum menemukan bakat aslinya. Suatu hari, ia menyadari kartu perpustakaannya selalu memiliki nama orang yang sama.
Sosok misterius itu adalah Seiji Amasawa, seorang pemuda keras kepala yang punya ambisi besar menjadi pembuat biola profesional. Pertemuan mereka yang tidak sengaja memicu percikan kebencian, namun perlahan berubah menjadi rasa ingin tahu yang dalam.
Keduanya mulai terikat oleh dorongan untuk mengejar impian masing-masing. Shizuku terinspirasi melihat tekad Seiji, lalu ia pun nekat mencoba menulis sebuah novel. Namun, tantangan berat dan rasa takut gagal mulai menghantui benak mereka yang sedang tumbuh.
Dunia imajinasi Shizuku perlahan melebur dengan kenyataan pahit yang harus dihadapi. Apakah mereka mampu mempertahankan tekad di tengah tekanan dewasa? Inilah sebuah kisah tentang keberanian, cinta pertama, dan perjuangan untuk menemukan suara hati sendiri.