Satu tahun setelah arwah sahabat mereka, Honma Meiko (Menma), mendadak muncul dan akhirnya berhasil pergi dengan damai, Jinta Yadomi dan sisa anggota grup Super Peace Busters berkumpul lagi. Demi menjaga kenangan manis tentang Menma agar gak pudar, mereka mutusin buat bikin ritual kecil: nulis surat yang ditujukan khusus buat mengenang sahabat masa kecil mereka itu. Sambil mencoba menikmati liburan musim panas bareng, sirkel pertemanan yang sempat retak ini mulai bernostalgia nginget-nginget lagi masa lalu mereka.
Film ini bakal ngebawa kita kilas balik ngeliat momen-momen emosional sebelum dan sesudah kematian Menma. Uniknya, alur cerita utama dari serialnya bakal diceritain ulang, tapi kali ini lewat sudut pandang (POV) masing-masing anggota Super Peace Busters—mulai dari Jinta, Anaru, Yukiatsu, Tsuruko, sampai Poppo. Kita bakal diajak ngeliat gimana perasaan jujur, penyesalan, dan rasa kehilangan yang selama ini dipendam sendirian oleh tiap karakter pasca ditinggal Menma.
Bisa dibilang, film ini adalah surat cinta sekaligus momen healing bagi para anggotanya buat bener-bener berdamai sama masa lalu. Lewat surat-surat yang mereka tulis, kelihatan jelas gimana kehadiran Menma—meski singkat—udah berhasil menyatukan dan mengubah hidup mereka jadi lebih kuat. Siap-siap aja buat tisu tambahan karena momen nostalgianya tetep bikin nyesek dan berkaca-kaca!
Serial OVA ini kembali membawa nuansa komedi romantis yang magis dan penuh kehangatan. Melalui perjalanan waktu yang mendebarkan, kita diajak menggali misteri masa lalu yang selama ini terkubur dalam sejarah kuil Mikage yang penuh dengan rahasia tak terduga.
Nanami Momozono berusaha keras menjaga keseimbangan hidup sebagai dewi bumi di tengah kekacauan dunia supernatural. Tekadnya yang kuat membawanya dalam petualangan melintasi waktu demi menyingkap jati diri sebenarnya dari sosok pelindung kuil yang dingin itu.
Di sisi lain, Tomoe menghadapi gejolak batin yang rumit saat ingatan masa lalunya mulai muncul kembali ke permukaan. Hubungan mereka diuji oleh takdir yang tidak menentu, memaksa keduanya harus menghadapi kenyataan pahit dari janji suci yang pernah terucap.
Sosok Yukiji hadir sebagai bayang-bayang masa lalu yang krusial, memengaruhi setiap keputusan penting yang diambil oleh sang rubah iblis. Ketegangan meningkat saat rahasia kelam tentang identitas serta perasaan mereka di masa lampau mulai terungkap secara perlahan.
Apakah cinta yang tumbuh di masa kini mampu melampaui kutukan waktu yang membekukan hati? Penonton akan dibawa dalam emosi mendalam tentang pengabdian, kasih sayang, dan keberanian untuk mengubah takdir demi orang yang paling berharga dalam hidup kita semua.
Dunia roh kini terancam oleh ancaman baru yang jauh lebih berbahaya dari sekadar jiwa kabur. Dalam sekuel penuh ketegangan ini, sang penakluk cinta harus menghadapi takdir yang melibatkan kekuatan kuno para dewi untuk menyelamatkan realitas dari kehancuran total.
Keima Katsuragi, seorang jenius permainan kencan yang dingin, terjebak dalam situasi rumit. Ia terpaksa memburu gadis-gadis di dunia nyata demi mengungkap keberadaan entitas ilahi yang bersemayam dalam diri mereka guna mengalahkan musuh yang kejam.
Di sisi lain, Elsie sang iblis yang ceroboh, terus setia mendampingi misi berbahaya ini. Hubungan unik mereka semakin diuji saat kebenaran tentang ingatan yang dimanipulasi mulai terkuak, menciptakan dilema moral yang menyakitkan di antara keduanya.
Kemunculan para dewi seperti Kanon Nakagawa menambah kompleksitas emosional. Sang idol ini mendapati dirinya dalam pusaran konflik antara tugas suci dan perasaan manusiawi yang rumit, membuat sang protagonis harus berjuang lebih keras dari sebelumnya.
Pertarungan lintas dimensi pun tak terelakkan demi menjaga stabilitas dunia. Dengan taruhan nyawa dan perasaan yang kian bercampur aduk, perjuangan menaklukkan hati kini bukan lagi sekadar permainan, melainkan kunci utama untuk menentukan masa depan umat.
Dunia penuh keanehan kembali menguji batas kewarasan saat fenomena supranatural menyerang orang-orang terdekat. Misteri yang menyelimuti kota ini semakin pekat, membawa deretan kisah emosional yang memaksa setiap individu menghadapi sisi gelap dari nurani mereka.
Tsubasa Hanekawa kini terjebak dalam dilema batin yang rumit saat ingatan dan traumanya mulai membelenggu. Kehadiran sosok kucing misterius terus menghantuinya, menuntut sebuah jawaban atas rahasia kelam yang selama ini ia coba simpan sendirian.
Sementara itu, Hitagi Senjougahara harus menyeimbangkan hubungan romantisnya dengan Koyomi Araragi di tengah ancaman dewa ular, Nadeko Sengoku. Ketegangan memuncak ketika obsesi mulai mengaburkan batas antara kasih sayang dan dendam masa lalu.
Munculnya Shinobu Oshino memberikan perspektif baru atas kutukan yang terus menghantui kelompok ini. Ia menjadi kunci vital dalam menavigasi kekacauan mistis, sekaligus menguji loyalitas dan rasa percaya yang rapuh di antara sekumpulan remaja pencari jati diri.
Puncak konflik menyajikan konfrontasi emosional yang intens, mempertanyakan nilai pengorbanan di dunia penuh tipu daya. Setiap karakter dipaksa merangkul monster dalam dirinya, demi memahami bahwa ketulusan adalah satu-satunya jalan keluar dari jeratan takdir yang kejam.
Di tengah kota Kyoto yang penuh keajaiban, makhluk mitos tanuki hidup berbaur dengan manusia. Mereka bisa berubah wujud sesuka hati, namun bahaya selalu mengintai dari kelompok Friday Fellows yang gemar memburu tanuki untuk dijadikan santapan lezat saat perayaan.
Keluarga Shimogamo, yang dipimpin oleh sang ibu dan empat anak lelakinya, berusaha bertahan hidup setelah kematian tragis sang ayah. Anak ketiga mereka, Yasaburo, adalah sosok yang sangat santai dan selalu menikmati hidup dengan penuh rasa penasaran.
Ia sering menghabiskan waktu bersama Benten, seorang gadis manusia jelita dengan kekuatan supernatural yang mematikan. Hubungan mereka begitu rumit, penuh dengan daya tarik sekaligus ancaman, karena gadis ini merupakan anggota kelompok pemburu tanuki yang misterius.
Saudara-saudaranya, seperti si sulung yang kaku Yaichiro, terus berjuang memikul tanggung jawab keluarga di tengah konflik politik antar kelompok tanuki. Persaingan ini semakin memanas saat mereka mencoba mencari tahu kebenaran di balik kematian tragis sang ayah.
Kehidupan yang penuh warna dan air mata ini menguji ikatan persaudaraan serta keberanian mereka. Di antara rahasia masa lalu dan ancaman pemburu, mereka harus belajar bahwa kebodohan yang dilakukan dengan gembira adalah kunci utama untuk bertahan di dunia yang kejam.