Berlatar setelah Winter Cup, anime ini menyajikan drama slice-of-life yang hangat bagi para penggemar basket. Fokus utamanya adalah merayakan hari ulang tahun dengan sentuhan emosional yang menyegarkan, menjauh dari intensitas pertandingan di lapangan.
Tetsuya Kuroko menjadi pusat perhatian saat ia harus menghadapi kejutan tak terduga dari rekan-rekannya. Ketidakhadirannya yang seperti bayangan justru membuatnya sering lupa bahwa ia sangat dihargai oleh orang-orang di sekitarnya saat ini.
Taiga Kagami berusaha keras menyiapkan momen spesial meski kerap kikuk dalam mengekspresikan perhatian. Hubungan mereka yang unik sebagai mitra cahaya dan bayangan menjadi konflik batin ringan karena keinginan untuk memberikan kenangan yang sangat berkesan.
Para anggota Kiseki no Sedai seperti Ryota Kise, Shintaro Midorima, Daiki Aomine, dan Atsushi Murasakibara juga hadir membawa warna baru. Perbedaan kepribadian mereka menciptakan dinamika interaksi yang jenaka dan penuh kehangatan.
Puncak cerita ini menyoroti ikatan persahabatan sejati di luar kompetisi olahraga yang ketat. Tema utamanya adalah apresiasi terhadap kebersamaan, membuktikan bahwa kado terbaik bukanlah barang mewah, melainkan kehadiran orang terdekat di momen istimewa.
Dunia kompetisi renang SMP yang penuh ambisi menjadi panggung utama dalam drama olahraga ini. Berfokus pada fase transisi kehidupan remaja, film ini mengeksplorasi perjuangan mencari jati diri di tengah arus tekanan sekolah dan dinamika persahabatan yang kian kompleks.
Haruka Nanase yang pendiam kini mencoba menyesuaikan diri di bangku SMP. Ia mulai menjalin hubungan intens dengan Makoto Tachibana, sahabat setianya yang selalu berusaha memahami keinginan terpendam Haruka meski mereka memiliki gaya berenang berbeda.
Kehadiran Asahi Shiina yang energik dan Ikuya Kirishima yang perfeksionis membawa warna baru dalam tim renang mereka. Gesekan kepribadian di antara keempatnya sering memicu konflik kecil yang menguji kerja sama serta kekompakan dalam sebuah estafet.
Haruka harus belajar menerima bahwa berenang bukan sekadar soal perasaan pribadi, melainkan tentang sinkronisasi dengan rekan satu tim. Tantangan emosional muncul saat mereka mencoba menyelaraskan ritme individu menjadi harmoni yang kuat demi mencapai target bersama.
Di balik gemerlap air kolam, mereka berupaya mendobrak batasan diri dan ego masing-masing. Pertemanan yang tumbuh di masa remaja ini menjadi fondasi bagi masa depan mereka, menciptakan kenangan tak terlupakan di tengah derasnya kompetisi yang penuh gejolak.