Aksi intens kembali meledak saat tim Try Fighters diundang ke fasilitas riset canggih di sebuah pulau tropis terpencil. Suasana liburan yang santai mendadak berubah menegangkan ketika sistem simulator pertarungan Gunpla mengalami kegagalan fungsi fatal.
Sekai Kamiki bersama rekan setimnya, Fumina Hoshino dan Yuuma Kousaka, harus bersiap menghadapi ancaman tak terduga. Hubungan mereka diuji kembali saat sistem otomatis mulai menyerang peserta yang terjebak di dalam pulau misterius itu.
Mirai Kamiki juga terlibat dalam kekacauan ini, memaksa para petarung untuk berkolaborasi lebih erat guna bertahan hidup. Kepribadian Sekai yang berapi-api harus diselaraskan dengan strategi taktis Yuuma agar mereka bisa menembus jebakan digital tersebut.
Konflik memuncak ketika muncul musuh tiruan yang meniru kemampuan bertarung mereka secara sempurna. Keberanian Gyanko pun dibutuhkan untuk memberikan dukungan vital di tengah pertempuran sengit melawan gelombang mesin yang haus akan tantangan baru.
Bisakah mereka mengungkap rahasia di balik insiden ini sebelum semuanya terlambat? Pertarungan seru demi membuktikan ikatan persahabatan dan keterampilan merakit Gunpla kini dipertaruhkan dalam laga epik di bawah teriknya matahari yang membakar semangat juang.
Dunia telah hancur lebur akibat perang berkepanjangan, meninggalkan kota-kota mati yang terkubur dalam hujan abadi. Di tengah reruntuhan suram ini, seorang penjarah barang bekas yang kesepian berjuang bertahan hidup di antara puing-puing peradaban yang sunyi.
Sang penjarah yang lelah ini kemudian bertemu dengan Yumemi Hoshino, sebuah robot pelayan yang masih setia menjalankan tugasnya. Di dalam planetarium tua yang terbengkalai, ia menanti pengunjung dengan harapan yang sangat tulus meski zaman telah berakhir.
Sikap ceria dan kepolosan Junker yang skeptis justru beradu dengan optimisme tak masuk akal sang robot. Pertemuan mereka menciptakan dinamika emosional yang menyentuh hati di tengah dinginnya kenyataan dunia yang sudah tidak lagi memiliki masa depan.
Ketulusan sang robot dalam merawat bintang-bintang buatan memicu memori terlupakan di benak manusia yang sinis itu. Mereka berdua harus menghadapi ancaman yang membahayakan nyawa serta keterbatasan sumber daya di tengah kehancuran global yang sangat mencekam.
Kehangatan hubungan tak terduga ini menjadi pelita di tengah kegelapan total umat manusia. Apakah mereka mampu mempertahankan secercah harapan di bawah langit malam yang tidak lagi terlihat indah akibat asap perang yang menutupi semesta mereka selamanya?
Sebuah surat misterius dari masa depan mengubah kehidupan sekolah yang tenang menjadi perjuangan emosional. Bergenre drama sekolah dengan sentuhan fiksi ilmiah, kisah ini mengeksplorasi penyesalan mendalam dan keinginan untuk mengubah takdir demi orang terkasih.
Suatu hari, Naho Takamiya menerima surat dari dirinya sepuluh tahun ke depan. Surat itu merinci kejadian yang akan terjadi hari ini, termasuk kepindahan murid baru bernama Kakeru Naruse, yang harus segera ia lindungi dengan tulus.
Perasaan mereka mulai tumbuh seiring waktu, namun beban trauma masa lalu selalu menghantui langkah sang pemuda. Hiroto Suwa, sahabat mereka, berusaha keras menyatukan keduanya sambil menyimpan perasaan rahasia demi masa depan yang lebih baik.
Konflik batin terus menguji keteguhan hati mereka. Setiap keputusan kecil yang diambil Naho kini terasa sangat krusial, karena setiap langkah yang salah bisa berakibat fatal bagi keselamatan jiwa dan masa depan Kakeru yang sedang berada di ujung tanduk.
Kelompok pertemanan ini berjuang melawan waktu untuk memperbaiki kesalahan masa lalu. Tema tentang kasih sayang, empati, dan pengorbanan menjadi inti narasi, saat mereka belajar bahwa masa depan bisa diubah jika kita berani bertindak sekarang juga.
Berlatar di tengah Perang Satu Tahun yang mencekam, wilayah Thunderbolt Sector menjadi medan tempur mematikan penuh puing sisa koloni. Di sini, dua pihak saling bertukar tembakan di balik gundukan logam, menciptakan neraka ruang angkasa yang sangat sunyi namun mematikan.
Io Fleming adalah pilot Federasi yang sombong sekaligus jenius, ia memandang perang sebagai panggung untuk unjuk gigi. Ketangguhannya berbenturan langsung dengan kegigihan pihak Zeon yang bertahan demi harga diri, menciptakan rivalitas benci tapi rindu.
Di balik garis musuh, Daryl Lorenz memimpin unit Living Dead dengan penuh dedikasi. Sebagai penembak jitu yang kehilangan anggota tubuhnya demi negara, ia harus mengandalkan prostetik canggih dan mesin tempur untuk membalaskan dendam rekan-rekannya.
Konflik antara keduanya melampaui sekadar ideologi politik; ini adalah duel ego antara pria yang terobsesi dengan musik jazz dan prajurit yang setia pada pengorbanan tragis. Mereka terjebak dalam siklus kekerasan yang brutal dan sangat sulit untuk diputus.
Ketegangan memuncak saat mereka saling berburu di dalam badai listrik statis yang konstan. Di antara ledakan mesin yang merobek ruang, mereka mempertanyakan apakah kemenangan layak didapat saat jiwa harus dikorbankan demi sepotong logam peperangan.