Tokyo berada di ambang kekacauan besar saat sebuah jembatan vital diledakkan secara misterius. Ketegangan militer meningkat tajam, memicu kepanikan massal di seluruh ibu kota. Kota yang tadinya damai kini berubah menjadi zona perang penuh ancaman teror nyata.
Kiichi Goto, sang kapten taktis yang cerdik, mulai mencium konspirasi busuk di balik serangan tersebut. Bersama mantan rekannya, Shinobu Nagumo, ia berupaya mengungkap dalang di balik kekacauan politik yang sengaja diciptakan untuk memicu perang.
Noa Izumi dan kru Divisi Dua harus menghadapi situasi di mana musuh tidak terlihat dan sulit dilacak. Mereka terjebak dalam dilema moral saat aparat kepolisian dipaksa bertindak melawan militer, sementara kepercayaan publik terhadap keamanan kota mulai runtuh.
Sosok enigmatik Eiichi Tsuge muncul sebagai ancaman intelektual yang berbahaya. Rencananya yang rumit menantang idealisme para polisi, memaksa mereka mempertanyakan arti perdamaian semu yang selama ini mereka jaga di tengah bayang-bayang kehancuran.
Ketegangan memuncak saat mereka menyadari bahwa musuh sesungguhnya adalah sistem itu sendiri. Di tengah ketidakpastian, loyalitas diuji hingga titik nadir. Mereka harus berjuang keras di garis depan demi mencegah kehancuran total negara yang di ambang kehancuran.
Dunia luar angkasa sedang kacau karena perang antara United Planets Space Force dan Raalgon Empire. Di tengah keputusasaan militer, sebuah kapal perusak kuno, Soyokaze, menjadi tempat berkumpulnya para kru pembuat masalah yang siap meledak kapan saja.
Kondisi ini berubah total saat Justy Ueki Tylor muncul sebagai kapten baru. Dengan sikapnya yang santai, ceroboh, dan tampak tidak punya beban hidup, ia membuat para petinggi militer bingung apakah dia seorang jenius sejati atau orang gila.
Azalyn, sang kaisar muda dari Raalgon, menjadi sosok kunci yang selalu terobsesi dengan Tylor. Hubungan aneh di antara mereka menciptakan dinamika drama unik, di mana sang musuh justru merasa penasaran dengan tingkah laku kapten konyol ini.
Sikap Tylor yang tidak bertanggung jawab sering memicu konflik internal dengan Yuriko Yamamoto. Sebagai perwira yang sangat disiplin, ia terus berusaha menuntut logika dan ketegasan, namun selalu gagal menghadapi alur keberuntungan sang kapten.
Apakah gaya kepemimpinan yang berantakan ini sanggup memenangkan perang besar? Di balik lelucon konyolnya, tersimpan misteri tentang siapa sosok Tylor sebenarnya yang mampu mengubah takdir seluruh galaksi dengan keberuntungan tanpa batas yang dimilikinya.