Musim kedua ini membawa kita kembali ke kehidupan penuh warna dan pahit manisnya masa muda para mahasiswa seni. Di tengah hiruk-pikuk kampus, mereka terus berjuang mengejar impian sambil perlahan menghadapi kenyataan pahit bahwa masa depan tidak selalu berjalan sesuai rencana.
Perasaan rumit yang terpendam mulai mencapai titik didih. Yuta Takemoto kini mencoba mencari jati dirinya yang hilang, sementara hubungan mereka yang tadinya terasa tenang perlahan mulai retak oleh gejolak cinta sepihak yang kian tak tertahankan lagi.
Hagumi Hanamoto yang jenius namun tertutup terus bergelut dengan keterbatasan fisiknya di tengah tuntutan dunia seni yang kejam. Kehadirannya tetap menjadi magnet bagi Shinobu Morita yang misterius, sosok jenius eksentrik dengan beban masa lalu berat.
Di sisi lain, Takumi Mayama masih terus terjebak dalam obsesi cintanya yang tak berbalas, sementara Ayumi Yamada harus berusaha keras untuk tegar menyembunyikan luka hatinya demi tetap bisa berada di samping orang yang diam-diam sangat ia cintai.
Persahabatan mereka diuji oleh waktu dan ambisi yang saling berbenturan. Saat batas antara cinta dan pengabdian semakin kabur, mereka harus berani menghadapi keputusan sulit demi menemukan arti kebahagiaan sejati sebelum masa muda benar-benar berakhir.
Berlatar di kekaisaran fiktif Saiunkoku, anime ini menggabungkan drama politik kerajaan dengan romansa yang manis. Fokus utamanya adalah perjuangan seorang gadis cerdas di dunia yang didominasi pria, di mana intrik istana mengancam stabilitas takhta yang sedang rapuh.
Shuurei Kou adalah gadis bangsawan miskin yang hidup sederhana meski memiliki garis keturunan terhormat. Karena kesulitan ekonomi, ia menerima tawaran menjadi permaisuri sementara untuk mendidik kaisar muda yang dikenal malas dan tidak kompeten.
Kaisar Ryuuki Shi ternyata menyimpan rahasia besar di balik sifatnya yang terlihat bodoh. Ia sengaja berpura-pura tidak becus memerintah demi menghindari konflik kekuasaan, namun kehadiran Shuurei perlahan mengubah pandangannya akan masa depan negara.
Hubungan mereka kian rumit dengan hadirnya Seiran Shi, seorang pengawal setia yang selalu menjaga Shuurei dengan sepenuh hati. Ketiganya terjebak dalam pusaran konspirasi para pejabat tinggi yang haus akan pengaruh di dalam pemerintahan pusat yang korup.
Dapatkah Shuurei membuktikan bahwa perempuan mampu memimpin dan membawa perubahan nyata bagi rakyatnya? Perjalanan mereka penuh dengan ujian loyalitas, pengkhianatan yang pahit, dan tekad untuk mewujudkan keadilan di tengah kerasnya kehidupan istana kuno.