Musim kedua ini kembali membawa kita ke dunia kompetitif karuta yang penuh gairah. Klub SMA Mizusawa harus berjuang lebih keras untuk mempertahankan eksistensi mereka. Ambisi membara untuk menjadi yang terbaik di Jepang menjadi bahan bakar utama bagi tim.
Chihaya Ayase kini semakin terobsesi mengejar gelar ratu karuta. Namun, ia harus menyeimbangkan latihan intensif dengan peran pentingnya sebagai ketua klub. Kehadiran anggota baru yang berbakat memberikan tantangan sekaligus harapan bagi mereka.
Di sisi lain, Taichi Mashima terus berjuang dengan dilema pribadinya. Perasaannya yang rumit terhadap sang sahabat masa kecil sering kali membayangi fokusnya. Persaingan sengit pun muncul saat rival dari masa lalu kembali menantang mereka.
Arata Wataya mulai melangkah kembali ke kancah nasional dengan tekad baja. Meski terpisah jarak, ikatan mereka tetap terjalin lewat kartu puisi yang penuh makna. Pertemuan di turnamen besar menjadi ajang pembuktian janji yang pernah terucap.
Tekanan untuk menang dan ketakutan akan kegagalan menguji mental setiap karakter. Mereka belajar bahwa karuta bukan sekadar permainan kecepatan tangan, melainkan pertarungan hati yang jujur. Siapakah yang akan melampaui batas dan mencapai impian itu?
Minggu terakhir liburan musim semi berubah menjadi mimpi buruk bagi Koyomi Araragi. Sebuah kejadian aneh yang melibatkan kucing mati di jalanan memicu rangkaian peristiwa supranatural yang mencekam, menguji ketenangan hidupnya yang baru saja stabil.
Kondisi semakin rumit saat Tsubasa Hanekawa, siswi teladan yang sempurna, mengalami depresi berat akibat tekanan keluarga. Araragi harus menemaninya, namun ia menyadari bahwa ada kegelapan yang mulai merasuki jiwa sahabatnya yang selama ini tertutup.
Munculnya penampakan misterius berwujud kucing putih menjadi ancaman nyata yang mulai meneror kota. Araragi terjepit di antara kesetiaan pada teman dan tanggung jawabnya sebagai seseorang yang pernah tersentuh oleh kekuatan dunia lain yang sangat berbahaya.
Shinobu Oshino hadir sebagai pengamat yang dingin, memberikan peringatan akan bahaya besar yang mengintai. Hubungan antara Araragi dan Hanekawa pun diuji, mengungkap rahasia kelam di balik senyum ramah yang selama ini menyembunyikan luka hati yang mendalam.
Konfrontasi tak terelakkan pun tiba ketika kepribadian Hanekawa terpecah dan melepaskan nafsu destruktif yang mengerikan. Araragi harus mencari cara untuk menyelamatkan temannya sebelum gadis itu kehilangan jati diri sepenuhnya dalam pusaran kutukan kucing.