Kisah komedi romantis yang menyegarkan ini hadir dengan perspektif unik tentang cinta remaja. Di tengah dominasi karakter utama pria yang tampan, muncul sosok pemuda berhati emas namun memiliki penampilan fisik yang sangat jauh dari standar idaman para gadis.
Takeo Gouda adalah raksasa dengan tubuh kekar dan wajah menyeramkan yang justru membuat banyak gadis ketakutan. Meskipun begitu, ia dikenal sebagai sosok pahlawan yang sangat baik hati, jujur, dan selalu siap menolong siapa saja yang butuh bantuan.
Kehidupan sekolahnya yang monoton berubah drastis saat ia menyelamatkan seorang gadis manis bernama Rinko Yamato di dalam kereta. Tanpa diduga, sang gadis justru menunjukkan ketertarikan yang tulus kepadanya, memicu dilema besar di dalam benak Takeo sendiri.
Ia merasa tidak percaya diri karena sahabatnya yang sangat rupawan, Makoto Sunakawa, selalu menjadi pusat perhatian wanita. Takeo menduga bahwa Rinko mungkin sebenarnya menyukai sahabatnya tersebut, sehingga ia mencoba menutupi perasaannya sendiri.
Kisah ini akan menguji ketulusan hati dan keberanian seseorang untuk mengejar cinta sejatinya. Dengan dinamika pertemanan yang hangat dan momen-momen manis yang mengocok perut, serial ini membuktikan bahwa cinta sejati tidak pernah melihat bentuk fisik.
Tsukasa Mizugaki, seorang cowok umur 18 tahun, lagi apes karena gagal total pas ujian masuk kuliah. Tapi berkat bantuan orang dalam, dia akhirnya berhasil keterima kerja di SAI Corporation, sebuah perusahaan teknologi rahasia yang memproduksi "Giftia"—android super canggih yang fisik, sifat, dan emosinya udah mirip banget sama manusia biasa. Masalahnya, para Giftia ini punya masa kedaluwarsa; umur maksimal mereka cuma bisa bertahan selama 81.920 jam, atau sekitar 9 tahun 4 bulan aja.
Tsukasa sendiri ditempatin di divisi Terminal Service One, sebuah unit kerja yang punya tugas ngenes: menjemput dan menarik kembali para Giftia yang masa hidupnya udah mau habis. Tugas ini wajib dilakuin sebelum ingatan para android itu rusak dan mereka berubah jadi agresif alias ngamuk. Pas baru masuk kerja, Tsukasa langsung dipasangkan sama Giftia cantik berbadan mungil bernama Isla. Biarpun pembawaannya kalem dan super pendiam, Isla ini ternyata adalah veteran senior yang dianggap paling jago dalam urusan penjemputan Giftia di divisinya.
Seiring berjalannya waktu, Tsukasa yang sering nge-grup dan menghabiskan waktu bareng Isla malah pelan-pelan mulai jatuh cinta sama partner robotnya itu. Tapi, takdir berkata lain karena Tsukasa harus berpacaran dengan waktu; dia dipaksa buat berdamai dengan perasaannya sendiri sebelum sisa waktu Isla di dunia ini bener-bener habis. Dari setiap momen kebersamaan mereka yang manis, Tsukasa pelan-pelan belajar sebuah kenyataan pahit bahwa di dunia ini gak ada satu pun hal indah yang bakal bertahan selamanya!
Musim kedua ini membawa nuansa lebih kelam bagi kehidupan SMA yang penuh gejolak. Setelah keterlibatan mereka di berbagai masalah sekolah, dinamika kelompok yang semula tenang kini perlahan retak, memicu ketegangan emosional yang jauh lebih dalam.
Hachiman Hikigaya tetaplah sosok sinis dengan pandangan dunia yang pesimis. Namun, kali ini ia harus menghadapi konsekuensi dari metode penyelesaian masalahnya yang radikal, yang justru melukai harga diri serta perasaan orang-orang terdekatnya.
Di sisi lain, Yukino Yukinoshita mulai goyah dengan prinsip hidupnya yang kaku. Konflik batin yang ia alami makin terasa berat saat ia harus menentukan jati dirinya di tengah ekspektasi tinggi, menuntut perubahan nyata pada cara ia bersikap.
Kehadiran Yui Yuigahama menjadi penyeimbang yang emosional di tengah hubungan yang canggung itu. Ia berjuang mempertahankan ikatan persahabatan yang rapuh, berusaha menyembunyikan rasa sakit hati demi menjaga keutuhan kelompok dari kehancuran total.
Ketiganya kini terjebak dalam dilema masa muda yang pahit tentang arti ketulusan. Mereka dipaksa melangkah maju menghadapi realitas pahit, mencari jawaban atas keinginan sesungguhnya di balik topeng kepura-puraan yang selama ini mereka kenakan sendiri.