Dunia penuh misteri supernatural berpadu dengan ketegangan psikologis yang mendalam. Sebuah insiden berdarah di malam liburan musim semi mengubah segalanya menjadi mimpi buruk. Kehidupan damai seorang remaja SMA kini terancam oleh keberadaan makhluk penghisap darah.
Pertemuan tak terduga dengan Kiss-shot Acerola-orion Heart-under-blade, sang vampir legendaris yang sekarat, memaksa Koyomi Araragi mengambil keputusan sulit. Ia harus memilih antara tetap menjadi manusia biasa atau menyerahkan segalanya demi menyelamatkan sang ratu.
Demi mengembalikan wujud asli gadis itu, ia harus berhadapan dengan tiga pemburu vampir yang sangat mematikan. Perjalanan ini bukan hanya soal nyawa, melainkan ujian berat bagi moralitas dan jati dirinya di tengah pertarungan berdarah yang brutal dan menegangkan.
Di balik bayang-bayang, Meme Oshino muncul sebagai perantara yang oportunis. Pria nyentrik ini memegang kunci rahasia besar di balik takdir yang terjalin antara manusia dan monster. Konflik kepentingan membuat hubungan mereka menjadi sangat tidak menentu dan berbahaya.
Keajaiban yang ditawarkan memiliki harga sangat mahal yang tak terbayangkan sebelumnya. Apakah ikatan ini akan menyelamatkan nyawa atau justru menjerumuskan mereka ke dalam jurang kegelapan abadi? Sebuah kisah tentang pengorbanan, rasa takut, dan esensi menjadi manusia.
Dunia futuristik di mana robot dan manusia hidup berdampingan kini mendadak mencekam. Sebuah rangkaian pembunuhan misterius yang menargetkan robot-robot tercanggih di dunia mulai terjadi, meninggalkan jejak kehancuran yang sangat mengerikan dan penuh teka-teki.
Detektif robot bernama Gesicht ditugaskan menyelidiki kasus brutal ini. Di balik tugasnya, ia terjebak dalam dilema moral yang mendalam, mencoba memahami apakah robot bisa merasakan kebencian layaknya manusia saat ia memburu sang pelaku.
Sosok robot legendaris bernama Atom muncul sebagai kunci penting dalam penyelidikan ini. Ia membawa kepolosan dan rasa ingin tahu yang besar, namun hatinya mulai terusik oleh bayang-bayang masa lalu serta trauma perang yang begitu kelam.
Konflik memuncak saat entitas misterius bernama Pluto mulai memburu mereka satu per satu. Kekuatan penghancur yang tidak terbendung ini memaksa para karakter untuk menghadapi pertanyaan eksistensial tentang apa sebenarnya arti dari sebuah jiwa.
Ketegangan terus meningkat seiring terungkapnya konspirasi global yang melibatkan kebencian mendalam antar kaum. Mereka harus berpacu dengan waktu untuk menghentikan kehancuran total sambil mempertanyakan esensi kemanusiaan dalam diri mesin yang rapuh.
Maomao, anak seorang tabib, terpaksa ninggalin hidupnya yang tenang gara-gara dijual ke kasta paling bawah di istana kekaisaran. Sekarang cuma jadi pelayan biasa, Maomao berusaha hidup kalem dan nyembunyiin ilmu medisnya yang luas biar nggak jadi pusat perhatian.
Nggak lama setelah dia sampai, anak-anak kaisar tiba-tiba sakit parah, kayak kena kutukan gitu. Karena penasaran, Maomao akhirnya memecahkan misteri itu dan coba ngasih bocoran secara anonim biar tetap nggak mencolok. Sayangnya, Jinshi, kasim ganteng yang jeli, malah tahu kalau itu ulah Maomao dan langsung nyari dia.
Karena bakatnya kelihatan, Maomao akhirnya dipromosikan jadi dayang buat selir kesayangan kaisar, Gyokuyou. Seiring Maomao terus nanganin berbagai penyakit di istana, kemampuan farmasinya pun jadi hal yang nggak tergantikan di sana.
Dunia penuh teka-teki kembali terbuka lewat foto-foto usang yang menyimpan memori kelam. Thriller psikologis ini terus menguji batas moral dalam perjalanan menembus waktu yang berbahaya. Sekali langkah kaki salah berpijak di masa lalu, masa depan pun terancam.
Cheng Xiaoshi memikul beban berat karena harus merasuki tubuh orang lain demi mengungkap kebenaran. Tekadnya yang impulsif seringkali membentur prinsip dingin Lu Guang, rekan setianya yang selalu menjaga agar setiap aturan waktu tetap stabil.
Keduanya terjebak dalam pusaran konspirasi gelap yang melibatkan musuh misterius berkemampuan serupa. Hubungan mereka kian diuji saat kepercayaan menjadi barang mewah, sementara bayang-bayang sosok yang mampu memanipulasi ingatan mulai menghantui setiap sudut kota.
Qiao Ling pun ikut terseret dalam kekacauan emosional ini saat rahasia kelam mulai terkuak satu per satu. Ia berusaha menjadi penopang moral bagi timnya, meski tekanan batin mulai menggerogoti stabilitas mental mereka di tengah konflik yang semakin memanas.
Kini mereka harus berpacu melawan waktu untuk mencegah kehancuran yang lebih fatal. Takdir seolah mempermainkan nasib mereka lewat serangkaian foto yang menjadi jebakan maut. Apakah mereka mampu mengubah sejarah tanpa kehilangan jati diri dan kemanusiaan mereka?