Dunia hiburan yang gemerlap seringkali menyimpan sisi kelam yang mengerikan. Mengusung genre thriller psikologis yang mencekam, kisah ini menyoroti transisi berat seorang idola pop yang terjebak dalam obsesi penggemar dan tekanan industri yang sangat kejam.
Mima Kirigoe memutuskan untuk meninggalkan grup idola demi mengejar karier akting yang lebih serius. Keputusan ini justru memicu kemarahan para penggemar fanatik yang merasa dikhianati oleh perubahan drastis gaya hidup dan citra sang idola.
Di tengah kegelisahan, muncul sosok Me-Mania, penggemar garis keras yang terus membuntuti dan meneror kehidupannya. Keberadaan pria ini menjadi ancaman nyata yang membuat garis antara realita dan halusinasi mulai kabur dalam pikiran sang bintang.
Tekanan semakin berat saat manajer setianya, Rumi Hidaka, mulai menunjukkan sisi protektif yang berlebihan. Hubungan mereka yang tadinya profesional perlahan berubah menjadi hubungan yang penuh ketegangan serta penuh dengan manipulasi emosional.
Identitas diri yang mulai retak membuat sang protagonis terjebak dalam labirin paranoia. Apakah ia mampu mempertahankan kewarasan saat masa lalu terus menghantui, ataukah ia akan hancur lebur ditelan oleh bayang-bayang ekspektasi publik yang tak pernah puas?
Dunia fantasi kelam ini dipenuhi kekejaman perang dan monster mengerikan. Di tengah kekacauan, nasib seorang pendekar pedang soliter terikat oleh takdir tragis yang kejam. Kehidupan penuh darah menjadi keseharian bagi mereka yang mencoba bertahan di zaman kegelapan.
Sosok Guts menjelma menjadi prajurit bayaran tangguh dengan pedang raksasa. Ia bertemu dengan Griffith, pemimpin karismatik kelompok elit. Ambisi besar yang mereka miliki menciptakan ikatan kuat, namun benih pengkhianatan mulai tumbuh perlahan.
Di sisi lain, Casca hadir sebagai wanita tangguh yang setia. Ketiganya terjebak dalam dinamika ambisi, loyalitas, dan cinta yang rumit. Hubungan mereka diuji oleh ego yang saling bertabrakan, memaksa setiap karakter membuat keputusan yang sulit bagi hidupnya.
Konflik internal semakin memuncak saat tujuan mulia berubah menjadi obsesi gelap yang menghancurkan moral. Kepercayaan di antara rekan perjuangan mulai retak akibat perbedaan visi. Ketegangan psikologis ini menyelimuti setiap langkah mereka dalam medan pertempuran.
Pertarungan melawan takdir yang ditentukan oleh kekuatan supernatural menjadi inti cerita yang mendalam. Mereka dipaksa menghadapi sisi manusiawi yang rapuh di balik topeng keberanian. Kegelapan masa lalu dan masa depan terus membayangi jalan hidup sang pendekar.