Dua tahun berlalu, kru Topi Jerami akhirnya berkumpul kembali untuk memulai perjalanan menuju New World. Mereka memutuskan singgah di Pulau Manusia Ikan, sebuah tempat eksotis di dasar laut dalam yang menyimpan sejuta misteri serta sejarah kelam kebencian.
Monkey D. Luffy kini tampil jauh lebih tangguh memimpin rekan-rekannya. Kehadiran mereka memicu ketegangan di kerajaan bawah laut tersebut, mengingat masa lalu traumatis penduduknya akibat diskriminasi ras manusia yang terus membayangi mereka.
Jinbe, sosok ksatria laut yang bijaksana, mencoba menjadi penengah di antara dua ras yang berseteru. Namun, niat baik tersebut terbentur ambisi kejam dari Hody Jones, seorang antagonis yang haus akan balas dendam dan kekuasaan mutlak.
Princess Shirahoshi terjebak dalam dilema besar antara menjaga warisan kedamaian mendiang ibunya atau menghadapi ancaman nyata. Konflik batin ini memaksa kru Topi Jerami untuk terlibat dalam pertarungan ideologi yang sangat keras dan penuh emosi.
Di tengah badai kebencian yang memuncak, mereka harus berjuang melindungi mimpi kebebasan di bawah samudera. Tema tentang rasisme dan rekonsiliasi menjadi ujian berat bagi persahabatan, menantang nyali setiap karakter untuk memilih jalan kebenaran yang hakiki.
Dunia fantasi yang penuh dengan sihir kuno dan misteri terlarang kini kembali bangkit. Di tengah kekacauan, sebuah takdir besar menanti untuk diungkap oleh mereka yang berani menantang arus zaman demi mencari kebenaran tentang kekuatan dewa yang telah lama hilang.
Seorang pemuda yatim piatu bernama Qin Mu tumbuh besar di desa terpencil yang dihuni para ahli sihir eksentrik. Dibalik sifatnya yang ceria dan rasa ingin tahu tinggi, ia menyimpan potensi besar untuk menguasai seni bela diri dan sihir legendaris.
Perjalanannya berubah drastis saat ia bertemu dengan sosok misterius, Si En, yang membimbingnya menuju dunia luar yang penuh bahaya. Ikatan guru dan murid ini menguji loyalitas serta integritas mereka di tengah intrik politik dan para musuh yang kejam.
Konflik memanas ketika musuh bebuyutan, Yan Jingjing, mulai memburu rahasia kuno yang tersimpan dalam ingatan pemuda itu. Ketegangan semakin meningkat seiring terungkapnya pengkhianatan masa lalu yang melibatkan faksi-faksi kuat demi memperebutkan tahta dewata.
Di ambang kehancuran, ia harus menentukan nasibnya sendiri sebagai pelindung atau penghancur dunia. Pertarungan antara takdir dan kehendak bebas menjadi inti dari kisah epik ini, di mana setiap keputusan membawa konsekuensi bagi masa depan seluruh umat manusia.