Neraka bukan sekadar tempat hukuman bagi pendosa, melainkan birokrasi super sibuk yang membutuhkan manajemen ketat. Di tengah kekacauan populasi yang meledak, muncul komedi surealis yang mengungkap sisi operasional dunia bawah dengan nuansa satir yang sangat tajam.
Sosok dibalik ketertiban neraka adalah Hoozuki, iblis dingin yang menjadi tangan kanan Raja Enma. Dengan kepribadian kejam namun efisien, ia memastikan setiap siksaan berjalan sesuai prosedur tanpa ada celah bagi jiwa-jiwa jahat untuk bisa meloloskan diri.
Kehidupan sehari-hari Hoozuki dipenuhi interaksi kocak dengan Enma, sang penguasa neraka yang sering kali takut pada bawahannya sendiri. Dinamika mereka menciptakan ketegangan komikal, di mana sang atasan harus tunduk pada kedisiplinan dan amarah bawahannya.
Tidak hanya berurusan dengan birokrasi, neraka juga kedatangan Momotaro yang kini bekerja di sana. Pertemuan antara legenda rakyat dan kenyataan birokrasi modern menambah lapisan cerita yang absurd, memicu konflik konyol dalam keseharian para penghuninya.
Keseimbangan dunia bawah dipertaruhkan setiap hari, menuntut efisiensi di tengah tuntutan neraka yang semakin kompleks. Menjelajahi sisi gelap namun jenaka, anime ini membuktikan bahwa bahkan di neraka sekalipun, beban kerja tetap menjadi musuh terbesar bagi semua orang.