Dunia bawah yang kacau kini kembali dengan segudang masalah administratif yang tidak ada habisnya. Kehidupan sehari-hari di neraka Jepang digambarkan melalui komedi satir yang tajam, di mana birokrasi bertemu dengan mitologi kuno dalam balutan situasi absurd.
Sosok iblis dingin bernama Hoozuki menjadi tulang punggung yang memastikan neraka tetap berjalan lancar. Sebagai tangan kanan Raja Enma, dia harus menghadapi berbagai masalah sepele hingga krisis besar yang mengancam ketertiban alam baka setiap harinya.
Interaksi antara Enma-daiou yang ceroboh dengan stafnya yang super disiplin selalu menciptakan ketegangan kocak. Hoozuki tidak segan memberikan sanksi brutal bagi siapa pun yang berani bermalas-malasan, termasuk para iblis bawahan yang sering berbuat ulah.
Munculnya berbagai makhluk mitologi seperti Momotaro menambah kerumitan hubungan di antara para penghuni neraka. Dinamika antara kawan dan lawan sering memicu gesekan menarik, terutama saat Hoozuki harus berurusan dengan rivalnya yang memiliki ego tinggi.
Menjelang puncak konflik, tuntutan pekerjaan yang menumpuk memaksa semua pihak untuk bekerja ekstra keras. Tema mengenai tanggung jawab dan ketahanan mental diuji, membuktikan bahwa bahkan di neraka sekalipun, kedisiplinan tetap menjadi kunci utama kehidupan.