Sebuah bar misterius bernama Quindecim menjadi tempat penentuan nasib jiwa yang baru saja meninggal dunia. Di sana, mereka dipaksa memainkan permainan maut untuk mengungkap sisi gelap batin mereka. Tak ada jalan keluar, hanya penilaian akhir yang menanti.
Sosok Decim bertugas sebagai bartender sekaligus hakim yang dingin. Ia harus menilai kualitas jiwa melalui permainan sadis tersebut. Namun, segalanya berubah ketika seorang gadis tanpa ingatan datang dan mulai menantang cara kerjanya yang kaku.
Gadis itu, Onna, menjadi asisten unik yang mempertanyakan nilai kemanusiaan di balik setiap keputusan. Hubungan mereka yang canggung berkembang menjadi dinamika emosional, di mana empati mulai menguji objektivitas sang hakim yang tak punya perasaan.
Konflik batin terus menghantui saat mereka melihat trauma masa lalu para tamu. Nona, sang pengawas yang misterius, turut memainkan peran dalam narasi ini, memastikan sistem berjalan lancar meski keraguan mulai muncul dalam benak mereka semua.
Puncak ketegangan terjadi ketika batas antara manusia dan mesin semakin kabur. Anime psikologis ini menggali makna kehidupan, penyesalan, serta arti sesungguhnya dari sebuah keadilan yang absolut di ambang pintu kematian yang gelap dan penuh rahasia.
Dunia berubah menjadi neraka saat umat manusia terpojok oleh raksasa pemakan manusia yang disebut Titan. Selama seratus tahun, tembok raksasa menjadi satu-satunya pelindung dari kepunahan massal. Namun, kedamaian semu ini akhirnya hancur karena teror nyata.
Eren Yeager adalah remaja yang menyimpan dendam membara setelah melihat ibunya tewas dimakan Titan. Ia bersumpah untuk membasmi setiap raksasa yang ada di bumi. Tekadnya yang keras kepala sering kali membuatnya berselisih dengan rekan-rekannya.
Di sisinya, ada Mikasa Ackerman yang sangat protektif dan dingin, selalu siap mempertaruhkan nyawa demi melindungi Eren. Bersama Armin Arlert yang jenius namun penakut, ketiganya bergabung dengan militer untuk menuntut balas atas kehancuran rumah.
Pelatihan brutal di kamp militer menguji batas kemampuan fisik dan mental mereka. Meski dibayangi ketakutan akan kematian, ikatan persahabatan mereka menjadi senjata utama di tengah kekacauan medan perang yang penuh darah, teriakan, dan keputusasaan mutlak.
Saat dinding kota jebol untuk kedua kalinya, takdir membawa mereka menghadapi mimpi buruk yang sebenarnya. Pertarungan antara keberanian manusia melawan monster raksasa dimulai, memaksa mereka mengungkap rahasia kelam di balik asal-usul musuh yang mengerikan.
Kousei Arima itu dulunya jago banget main piano sampai dijuluki 'Metronom Manusia' karena saking presisi dan sempurnanya. Gara-gara didikan keras ibunya yang disiplin abis, Kousei selalu menang di setiap kompetisi sampai bikin semua orang kagum sama bakatnya.
Tapi semuanya berubah pas ibunya meninggal dunia. Kousei jadi trauma berat sampai dia nggak bisa lagi dengar suara piano, yang akhirnya bikin dia berhenti total dari dunia musik. Sekarang, dia cuma jadi anak SMP biasa yang hidup tenang bareng dua sahabatnya, Tsubaki dan Ryouta, sambil berusaha buat berdamai sama masa lalunya.
Hidupnya yang tadinya hambar mendadak jadi ramai lagi pas dia ketemu Kaori Miyazono, pemain biola yang nyentrik. Kaori maksa Kousei buat balik lagi ke panggung sebagai pengiringnya. Lewat sebuah kebohongan kecil, hubungan mereka makin dekat dan Kaori pelan-pelan mulai mewarnai lagi dunia Kousei yang sempat kelabu.
Dunia animasi Jepang menyimpan realitas pahit di balik layar yang gemerlap. Industri kreatif ini menuntut dedikasi tinggi, penuh dengan tekanan tenggat waktu yang mencekik dan konflik ego antar staf. Menjadi pembuat anime bukan sekadar mimpi indah semata.
Aoi Miyamori menjalani hari-harinya sebagai asisten produksi yang kewalahan di Musashino Animation. Ia harus menyeimbangkan hubungan dengan rekan kerja yang unik namun perfeksionis, sembari berjuang menuntaskan proyek serial anime yang sangat ambisius.
Tekanan semakin berat ketika Ema Yasuhara, seorang animator berbakat, merasa tersesat dalam keraguan akan kemampuan seninya. Di sisi lain, Shizuka Sakaki berjuang keras menembus industri pengisi suara yang sangat kompetitif dan penuh penolakan.
Hubungan mereka diuji oleh kerasnya dunia profesional saat harus mewujudkan janji masa lalu untuk membuat karya bersama. Kelelahan fisik dan mental mulai menggerogoti tekad mereka di tengah tuntutan kualitas yang terus meningkat dari pihak komite produksi.
Apakah mereka mampu melewati rintangan demi rintangan demi menghasilkan mahakarya impian? Pertarungan melawan waktu, revisi tak berujung, dan ego pribadi menjadi inti drama yang menggugah tentang gairah, kegagalan, serta arti sesungguhnya dari sebuah kerja keras.