Dunia remaja sering kali dipenuhi ekspektasi akan cinta yang romantis dan berbunga-bunga. Namun, bagi sebagian orang, perasaan itu terasa sangat asing. Kisah drama psikologis ini mengeksplorasi keraguan mendalam akan arti cinta dalam hubungan sekolah.
Yuu Koito adalah siswi yang merasa hambar saat menerima pernyataan cinta. Ia merasa tidak bisa merasakan emosi yang sama seperti orang lain, hingga ia bertemu dengan sosok kakak kelas yang terlihat sempurna namun menyembunyikan sisi rapuh.
Touko Nanami adalah ketua OSIS yang dikagumi banyak orang karena kharismanya. Tanpa diduga, ia justru menaruh hati pada Yuu. Hal ini menciptakan dinamika unik di antara mereka, di mana ekspektasi dan realitas emosi terus berbenturan keras.
Ketegangan muncul saat Yuu terjebak dalam hubungan yang tidak ia inginkan sepenuhnya. Touko menuntut keterlibatan emosional yang intens, memaksa Yuu untuk menghadapi ketakutan terbesarnya dalam mengenali identitas diri serta makna sebenarnya dari rasa sayang.
Pertarungan batin antara idealisme cinta dan kejujuran perasaan pribadi menjadi inti cerita. Akankah Yuu akhirnya mampu memahami arti ketulusan? Perjalanan mereka adalah cermin bagi siapa pun yang pernah merasa canggung dalam menavigasi labirin perasaan.
Pubertas sering kali dianggap sebagai masa yang penuh gejolak emosi. Namun, bagi sebagian remaja, masa ini menghadirkan fenomena aneh yang disebut Sindrom Pubertas. Keanehan supranatural ini mampu memanifestasikan ketakutan dan keinginan mereka menjadi nyata.
Sakuta Azusagawa adalah remaja penyendiri yang sempat mengalami trauma masa lalu. Hidupnya yang tenang tiba-tiba berubah saat ia melihat seorang gadis cantik mengenakan kostum kelinci mencolok berjalan sendirian di tengah perpustakaan sekolah yang sepi.
Gadis itu adalah Mai Sakurajima, seorang aktris ternama yang sedang hiatus. Ternyata, ia terkena Sindrom Pubertas yang membuatnya perlahan menghilang dari ingatan orang-orang sekitar. Hanya Sakuta yang bisa melihat sosoknya di tengah keputusasaan sang gadis.
Keduanya pun terjebak dalam hubungan unik yang penuh misteri. Sembari berusaha menyelamatkan eksistensi Mai dari kelupaan dunia, mereka harus menghadapi berbagai korban sindrom lain yang terjebak dalam dilema batin mendalam akibat tekanan hidup remaja.
Dapatkah mereka mengurai benang kusut di balik fenomena psikis yang menghantui ini? Di balik dialog yang tajam dan situasi absurd, tersimpan perjuangan menyentuh tentang pencarian jati diri, pengakuan eksistensi, dan cara menghadapi trauma di masa muda.