Dunia kultivasi penuh intrik dan misteri menyelimuti perjalanan seorang dewa yang terus ditimpa nasib buruk. Setelah diasingkan berkali-kali dari surga, ia harus kembali ke dunia fana untuk menyelesaikan berbagai misi spiritual demi menebus dosa masa lalu.
Xie Lian, sang mantan putra mahkota yang penuh kasih namun malang, kini harus berhadapan dengan hantu-hantu berbahaya. Meski hidupnya penuh penderitaan, keteguhan hatinya tidak goyah sedikitpun saat ia memulai perjalanan baru sebagai dewa pengumpul sampah.
Di tengah perjalanannya, ia bertemu sosok misterius bernama Hua Cheng, sang Raja Iblis yang ditakuti semua orang. Pertemuan tak terduga ini perlahan membuka ikatan takdir yang dalam, mempertemukan cahaya suci dengan kegelapan pekat yang penuh kesetiaan.
Hubungan mereka berkembang dari sekadar rekan perjalanan menjadi ikatan yang kompleks dan menyentuh. Sang iblis dengan wujud penyamaran yang tenang tampak selalu melindungi sang dewa, menyembunyikan rahasia besar di balik tatapan matanya yang sangat tajam dan penuh arti.
Konflik memuncak saat masa lalu sang putra mahkota perlahan terkuak, memicu ketegangan di antara alam dewa dan iblis. Akankah cinta dan kesetiaan sanggup menembus batas waktu, atau justru kehancuran yang akan menyambut mereka di akhir perjalanan takdir ini?
Udah beberapa tahun berlalu sejak Great War berakhir. Sekarang menara radio di Leidenschaftlich lagi dibangun, dan karena telepon bakal makin populer, jasa 'Auto Memory Dolls' mulai sepi peminat. Tapi meski begitu, popularitas Violet Evergarden malah makin naik karena kemampuannya nulis surat yang jempolan. Sayangnya, kadang hal yang paling kita tunggu-tunggu justru nggak kunjung datang.
Di film ini, kita bakal ngikutin perjalanan Violet yang masih terus belajar memahami perasaan dan apa arti cinta yang sebenarnya. Di saat yang sama, dia juga masih menyimpan secercah harapan kalau pria yang dulu pernah bilang 'aku mencintaimu' ke dia, ternyata masih hidup walau sudah bertahun-tahun berlalu.
Film ini menceritakan perjuangan hati Violet dalam mencari jawaban atas perasaannya sendiri sekaligus mencari sosok yang paling berharga dalam hidupnya di tengah perubahan dunia yang makin modern.
Dunia musik indie yang penuh emosi kembali hadir menyapa lewat alunan melodi yang memikat. Fokus cerita kini bergeser pada dinamika persahabatan yang rumit di tengah ambisi besar untuk meraih panggung impian dalam sebuah kompetisi musik yang sangat prestisius.
Hiiragi Kashima, yang merasa kehilangan arah setelah ditinggal pergi sahabatnya, berusaha keras untuk bangkit. Ia mengajak Shizusumi Yagi untuk kembali merajut mimpi di band mereka, sembari menyimpan perasaan yang terus saja mengganjal.
Hubungan mereka yang canggung dan penuh teka-teki menjadi inti drama ini. Di sisi lain, Ritsuka Uenoyama dan Mafuyu Sato mencoba menyeimbangkan kehidupan pribadi mereka dengan tuntutan profesionalisme band Given yang semakin berkembang pesat.
Tekanan untuk tampil sempurna di depan publik mulai menguji kesetiaan dan kejujuran hati masing-masing anggota. Luka masa lalu yang belum sepenuhnya tertutup kini perlahan terbuka kembali, memaksa mereka menghadapi kenyataan pahit demi mencapai sebuah harmoni.
Akankah mereka mampu mengatasi keraguan diri dan konflik batin yang menyiksa itu? Film ini mengeksplorasi perjuangan musisi muda dalam menemukan jati diri di balik dentuman lagu, saat setiap nada yang dimainkan adalah cerminan dari perasaan yang tak terucap.