Dunia tinju yang keras menjadi panggung utama bagi kisah epik ini. Di tengah pemukiman kumuh penuh keputusasaan, seorang pemuda pengembara muncul membawa masalah ke mana pun ia pergi. Kehidupan yang membosankan pun berubah menjadi medan laga penuh keringat.
Joe Yabuki adalah sosok berandalan tangguh yang tidak punya tujuan hidup. Ia hidup dari kekacauan hingga bertemu dengan seorang mantan pelatih tinju yang melihat potensi besar di balik sorot mata liar dan tinjunya yang mematikan di jalanan.
Pertemuan itu mempertemukan Joe dengan Danpei Tange, pelatih tua yang berusaha membentuknya menjadi petinju hebat. Namun, sang pemuda yang keras kepala justru terus memberontak, menciptakan dinamika hubungan mentor-murid yang sangat penuh dengan gesekan.
Konflik memuncak saat ia bertemu Rikiishi Toru, seorang petinju berbakat yang menjadi rival abadi. Persaingan intens ini memaksa Joe menghadapi batas kemampuannya sendiri, mengubah rasa benci menjadi obsesi murni untuk menaklukkan ring tinju dunia.
Melalui tiap ronde yang brutal, ia belajar tentang arti keberadaan dan pengorbanan. Di bawah lampu sorot arena, ia bertarung bukan hanya untuk menang, tetapi untuk membuktikan bahwa nyala api dalam dirinya tak akan padam meski tertatih oleh kerasnya takdir.
Cerita ini berkisah tentang Hyuma Hoshi, seorang pelempar bisbol muda berbakat yang punya mimpi jadi bintang besar kayak ayahnya, Ittetsu Hoshi, di liga profesional Jepang. Dulu, ayahnya itu pemain base ketiga sebelum akhirnya harus pensiun gara-gara cedera pas Perang Dunia II.
Si anak akhirnya masuk ke tim populer Giants, tapi nggak lama dia langsung ngerasain susahnya menanggung ekspektasi tinggi orang-orang. Dia bener-bener ngerasa tertekan sama tuntutan yang ada di sana. Mulai dari latihan yang super berat sampai harus duel sama rivalnya, Mitsuru Hanagata dari tim Hanshin Tigers, Hyuma harus ngeluarin semua jurus andalan pitching-nya biar bisa ngelewatin semua tantangan itu.