Selamat datang di sekolah paling sangar di Jepang, sebuah tempat di mana para muridnya bukanlah pelajar biasa melainkan kumpulan berandalan dengan reputasi mengerikan. Atmosfer tegang dan kekerasan jalanan menjadi makanan sehari-hari di sini.
Takashi Kamiyama justru hadir sebagai anomali di antara gerombolan berandalan tersebut. Dengan wajah yang terlihat sangat polos dan sopan, ia berusaha bertahan hidup di lingkungan penuh intimidasi, meski seringkali terjebak situasi absurd.
Persahabatan unik terjalin antara dirinya dengan Shinjiro Hayashida yang punya gaya rambut unik, serta Akira Maeda yang sering kesal karena selalu dianggap sebagai ketua berandalan padahal ia hanyalah murid yang sangat biasa saja.
Konflik kian memuncak saat kehadiran Freddie Mercury, seorang siswa misterius yang sangat mirip legenda musik, serta Gorilla yang entah bagaimana diterima menjadi murid di sekolah ini tanpa ada satu orang pun yang merasa keberatan.
Ketidakmungkinan menjadi norma saat para karakter ini berusaha menavigasi dinamika sekolah yang kacau. Komedi surealis menjadi tema utama, menunjukkan bahwa di Cromartie, akal sehat adalah hal terakhir yang perlu kamu bawa saat melangkah masuk.
Bergeser dari medan laga serius, seri ini menyajikan kekacauan komedi yang kocak. Kehidupan sekolah yang damai mendadak berubah kacau saat militer masuk ke ruang kelas. Ketegangan aksi berganti menjadi tawa yang segar dengan balutan situasi absurd yang konyol.
Sousuke Sagara merupakan tentara bayaran elit yang sangat kaku dalam bersosialisasi. Tugas barunya adalah melindungi siswi SMA bernama Kaname Chidori. Namun, cara berpikirnya yang ekstrem justru memicu kesalahpahaman yang mengundang gelak tawa.
Sikap disiplin berlebihan sang prajurit seringkali menghancurkan ketenangan sekolah. Kaname terpaksa harus berurusan dengan tingkah aneh rekan pelindungnya itu setiap hari. Mereka berdua sering terlibat perdebatan sengit akibat perbedaan cara pandang yang drastis.
Muncul pula karakter pendukung seperti Tessa yang menambah kerumitan hubungan mereka. Ketidakmampuan sang prajurit dalam memahami kehidupan sipil menjadi inti dari segala lelucon. Konflik kecil pun berkembang menjadi insiden besar yang sangat menghibur penonton.
Persahabatan tak terduga antara prajurit tangguh dan gadis remaja cerdas terus diuji. Meski penuh ledakan dan salah paham, mereka tetap mencoba bertahan di sekolah. Petualangan konyol ini membuktikan bahwa cinta dan tawa bisa lahir di tempat yang tak terduga.