Sebuah teror mencekam mengguncang persiapan konser pembukaan gedung musik megah. Serangkaian ledakan misterius menargetkan musisi berbakat, menciptakan kepanikan di seluruh kota. Detektif cilik harus memutar otak mencari kaitan antara tragedi ini dan masa lalu kelam.
Conan Edogawa yang jenius merasa ada sesuatu yang tidak beres dalam rangkaian serangan tersebut. Ia segera menyelidiki petunjuk kecil yang tertinggal, sementara waktu terus berjalan menuju malam pertunjukan yang bisa berubah menjadi ajang pembantaian yang tragis.
Kehadiran Reiko Akiba, seorang penyanyi sopran dengan bakat luar biasa, menjadi pusat perhatian. Ia memiliki masa lalu yang kompleks dan menyimpan rahasia penting, membuat hubungannya dengan insiden ini semakin rumit di tengah tekanan musik yang sangat intens.
Ran Mouri mencoba tetap tenang dan mendukung Reiko, namun ia tidak menyadari bahwa bahaya besar sedang mengincar mereka. Ikatan persahabatan mereka diuji saat sang pelaku misterius mulai mematikan langkah mereka satu per satu dengan pola musik yang sangat gila.
Harmoni nada menjadi kunci utama untuk mengungkap motif pelaku sebelum dentuman terakhir menggema. Apakah Conan mampu menghentikan melodi kematian ini? Ketegangan memuncak saat dentang piano menjadi penentu nasib nyawa yang terancam dalam konser musik paling mengerikan.
Dunia penuh ancaman iblis mengharuskan para calon sabit maut berlatih di akademi khusus. Mereka harus memburu jiwa jahat agar senjata mereka berevolusi. Suasana sekolah yang unik ini memadukan komedi kelam dengan aksi supernatural yang sangat intens.
Maka Albarn adalah seorang gadis gigih yang berusaha menjadikan rekannya senjata legendaris. Pasangannya, Soul Evans, memiliki kepribadian santai namun selalu siap bertarung. Hubungan mereka diuji oleh ambisi serta tantangan berbahaya.
Di sisi lain, terdapat Death the Kid, putra sang Grim Reaper yang terobsesi dengan kesempurnaan simetri. Ia bertarung bersama duo bersaudara Liz Thompson dan Patty Thompson. Mereka semua harus menjaga keseimbangan dunia dari kegelapan.
Kelompok ini juga sering menghadapi ulah Black Star yang terlalu percaya diri serta rekannya Tsubaki Nakatsukasa yang sabar. Dinamika tim yang kacau ini sering memicu konflik internal, namun ikatan persahabatan mereka justru semakin kuat menguat.
Mereka harus menghadapi ancaman penyihir misterius yang mengincar kedamaian kota kematian. Ujian sesungguhnya bukan sekadar kekuatan, melainkan penyelarasan jiwa untuk melawan rasa takut akan kegilaan yang siap menelan dunia kapan saja bagi mereka semua.