Dunia fantasi kuno kembali bergejolak saat batas antara alam manusia dan makhluk mistis semakin menipis. Musim keempat ini menghadirkan perpaduan aksi supranatural dan drama emosional yang intens, memaksa setiap pihak menghadapi konsekuensi dari takdir masa lalu.
Tao Wu, makhluk legendaris dengan ambisi gelap, kini mulai bergerak dari balik bayang-bayang untuk mengacaukan keseimbangan dunia. Kehadirannya membawa ancaman nyata yang menguji keberanian serta kesetiaan mereka yang selama ini hidup dalam kedamaian.
Di tengah kekacauan, Tao Hua harus berjuang menjaga stabilitas hatinya sembari melindungi orang-orang tersayang dari intrik mematikan. Hubungannya yang rumit dengan Qing Qiu menjadi titik balik emosional yang menentukan arah perjuangan mereka.
Konflik internal kian memuncak saat rahasia kelam dari asal-usul mereka terungkap, memicu perpecahan yang tak terelakkan di antara kelompok tersebut. Ketidakpastian akan loyalitas membuat segalanya terasa lebih sulit, apalagi saat musuh tak lagi terlihat wujudnya.
Pertarungan epik demi mempertahankan kebenaran akan mencapai puncak ketegangannya di musim ini. Tema tentang pengorbanan dan pencarian jati diri menjadi fokus utama saat mereka harus menentukan apakah harus melawan musuh bersama atau menyerah pada takdir.
Dunia percintaan sekolah tidak selalu berakhir manis dengan pernyataan cinta. Seringkali, ada pihak yang harus merelakan perasaan mereka saat orang yang dicintai memilih orang lain. Kisah komedi romantis ini justru menyoroti mereka yang kalah dalam percintaan.
Kehidupan sekolah Nukumizu Kazuhiko yang tenang mendadak berubah drastis saat ia menyaksikan penolakan cinta secara langsung. Tanpa disangka, ia malah terjebak menjadi pendengar setia bagi para gadis yang sedang patah hati karena ditolak gebetannya.
Gadis enerjik bernama Yanami Anna menjadi sosok pertama yang menyeretnya dalam situasi kacau ini. Diikuti oleh Yakishio Remon dan Basori Komari, mereka membentuk kelompok unik yang berisi para pahlawan wanita yang bernasib tragis.
Kazuhiko kini harus berurusan dengan kepribadian mereka yang kompleks sekaligus lucu. Meski hanya menjadi penonton, keterlibatannya dengan para gadis ini perlahan mulai mengubah perspektif hidupnya tentang arti cinta, penolakan, dan bagaimana berdamai dengan luka.
Dinamika yang terjadi antara mereka menciptakan kekacauan yang tak terduga namun tetap menghangatkan hati. Mereka pun saling mendukung untuk bangkit dari kegagalan. Akankah para gadis ini menemukan kebahagiaan baru di tengah kekalahan cinta yang pahit itu?