Dunia modern kini bergantung sepenuhnya pada OZ, sebuah ruang virtual canggih yang mengatur segalanya dari komunikasi hingga infrastruktur. Namun, kedamaian digital ini terancam saat kecerdasan buatan jahat mulai meretas sistem dan menciptakan kekacauan global.
Kenji Koiso adalah remaja jenius matematika yang menjalani kehidupan sekolah biasa. Segalanya berubah ketika ia diajak oleh gadis populer bernama Natsuki Shinohara untuk menghabiskan liburan musim panas di kediaman besar keluarganya.
Setibanya di sana, Kenji terjebak dalam situasi canggung karena harus berpura-pura menjadi tunangan Natsuki di depan nenek buyutnya yang tegas, Sakae Jinnouchi. Konflik internal keluarga besar ini menambah beban pikiran Kenji yang sedang bingung.
Ketegangan memuncak saat sebuah kode misterius memicu peretasan masif di OZ yang mengancam nyawa manusia di dunia nyata. Kenji harus memutar otak untuk menghentikan ancaman tersebut demi melindungi keluarga Natsuki yang kini menjadi tempat berlindungnya.
Ditemani sepupu Natsuki yang tangguh, Kazuma Ikezawa, mereka menyusun strategi untuk menghadapi entitas digital yang tak terkalahkan. Pertarungan antara kekuatan teknologi masa depan dan ikatan tradisi keluarga pun dimulai demi masa depan dunia.
Dunia penuh absurditas kembali menghantui keseharian di kelas 2-H. Dengan balutan komedi satir yang gelap dan gaya visual eksperimental yang ikonik, seri ini menertawakan segala keresahan sosial Jepang modern lewat sudut pandang yang sangat sangat pesimis.
Sang guru putus asa, Nozomu Itoshiki, terus berupaya menghadapi dunia dengan kepribadiannya yang ultra-negatif. Ia terjebak di antara murid-murid eksentrik yang memaksanya untuk selalu melihat sisi terang, meski hal itu justru membuatnya makin stres.
Kafuka Fuura berperan sebagai oposisi utama yang selalu optimis secara tidak wajar. Kehadirannya yang penuh teka-teki sering kali memicu kekacauan mental bagi sang guru, menciptakan dinamika tarik-ulur yang aneh antara keputusasaan dan harapan palsu.
Murid lain seperti Chiri Kitsu dengan perfeksionismenya yang kejam hingga Abiru Kobushi dengan misteri fisiknya, menambah warna kacau. Mereka semua menjadi cerminan dari kegilaan karakter manusia yang dikemas dalam parodi sosial yang sangat tajam.
Ketegangan pun memuncak saat filosofi hidup mereka saling berbenturan dalam perdebatan konyol. Apakah sang guru bisa bertahan dari serbuan kegilaan muridnya, atau justru ia akan tenggelam dalam lubang depresi yang lebih dalam di tengah kekacauan dunia ini?