Sebuah teror mencekam mengguncang persiapan konser pembukaan gedung musik megah. Serangkaian ledakan misterius menargetkan musisi berbakat, menciptakan kepanikan di seluruh kota. Detektif cilik harus memutar otak mencari kaitan antara tragedi ini dan masa lalu kelam.
Conan Edogawa yang jenius merasa ada sesuatu yang tidak beres dalam rangkaian serangan tersebut. Ia segera menyelidiki petunjuk kecil yang tertinggal, sementara waktu terus berjalan menuju malam pertunjukan yang bisa berubah menjadi ajang pembantaian yang tragis.
Kehadiran Reiko Akiba, seorang penyanyi sopran dengan bakat luar biasa, menjadi pusat perhatian. Ia memiliki masa lalu yang kompleks dan menyimpan rahasia penting, membuat hubungannya dengan insiden ini semakin rumit di tengah tekanan musik yang sangat intens.
Ran Mouri mencoba tetap tenang dan mendukung Reiko, namun ia tidak menyadari bahwa bahaya besar sedang mengincar mereka. Ikatan persahabatan mereka diuji saat sang pelaku misterius mulai mematikan langkah mereka satu per satu dengan pola musik yang sangat gila.
Harmoni nada menjadi kunci utama untuk mengungkap motif pelaku sebelum dentuman terakhir menggema. Apakah Conan mampu menghentikan melodi kematian ini? Ketegangan memuncak saat dentang piano menjadi penentu nasib nyawa yang terancam dalam konser musik paling mengerikan.
Di semesta futuristik yang surealis, ingatan manusia bisa disimpan dalam chip memori dan diperjualbelikan layaknya komoditas biasa. Kematian fisik bukan lagi akhir segalanya, karena jiwa bisa dipindahkan ke tubuh baru, menciptakan ketimpangan sosial yang brutal.
Seorang pemuda misterius bernama Kaiba terbangun di dunia yang asing dengan lubang di dadanya dan liontin berisi foto wanita yang tak ia kenali. Ia harus berkelana melintasi planet demi planet sambil berusaha menyusun kembali kepingan jati dirinya yang hilang.
Dalam perjalanan penuh risiko itu, ia bertemu dengan Neiro, seorang pemberontak yang memiliki koneksi emosional dengan masa lalunya. Keduanya terjebak dalam pusaran konspirasi gelap yang melibatkan pencurian identitas serta manipulasi memori kelas atas.
Karakter lain seperti Popo, pemimpin gerakan bawah tanah, menjadi kunci penting dalam mengungkap kebusukan sistem yang mengeksploitasi nyawa kaum jelata. Hubungan mereka kian rumit saat rahasia kelam mulai tersingkap di balik topeng kehidupan yang palsu.
Konflik batin tentang arti keberadaan dan kemanusiaan akan diuji di tengah kehancuran identitas. Mampukah ia meraih kembali kebenaran sebelum ingatannya terhapus selamanya oleh kuasa korup yang mengendalikan takdir semesta demi ambisi pribadi yang sangat egois?