Kekacauan kembali meletus di New York saat kisah lintas waktu yang liar ini berlanjut. Berbagai faksi kriminal, pencuri konyol, hingga makhluk abadi terjebak dalam pusaran nasib yang saling bertabrakan, menciptakan atmosfer penuh aksi yang sangat menegangkan.
Pasangan perampok konyol Isaac Dian dan Miria Harvent memulai aksi nekat terbaru mereka dengan cara yang sangat ceroboh. Tingkah konyol mereka yang tak terduga selalu berhasil membawa kekacauan besar bagi para mafia yang sedang serius.
Sementara itu, Firo Prochainezo dari keluarga Martillo berusaha menyeimbangkan kehidupan di dunia kriminal dengan tanggung jawab barunya. Ia harus menghadapi konflik internal mendalam saat kesetiaan dan persahabatan diuji oleh ancaman musuh lama.
Kehadiran Maiza Avaro yang bijak namun menyimpan beban masa lalu kelam menjadi penengah di tengah persaingan berdarah. Hubungan antara sesama individu abadi ini pun semakin rumit karena ambisi pribadi yang tersembunyi di balik topeng persahabatan.
Kekacauan memuncak ketika rahasia terlarang mulai terungkap, menyeret semua orang ke dalam pertarungan hidup mati demi ambisi masing-masing. Di dunia yang tak mengenal kata damai ini, loyalitas dipertaruhkan demi bertahan hidup dalam sebuah kisah yang abadi.
The Garden of Sinners Chapter 3: Remaining Sense of Pain
3
Sinopsis
Kegelapan kembali menyelimuti kota melalui serangkaian pembunuhan sadis yang meninggalkan sisa-sisa tubuh mengerikan. Thriller supranatural ini membawa kita menyelami misteri kelam saat polisi tidak mampu lagi menjelaskan motif di balik aksi brutal yang kian tak terkendali.
Shiki Ryougi mulai turun tangan ketika ia mencium bau mistis di balik rentetan tragedi ini. Di sisi lain, seorang gadis bernama Fujino Asagami muncul sebagai pusat perhatian, membawa beban rasa sakit yang luar biasa dan rahasia yang traumatis.
Hubungan keduanya berkembang melalui interaksi yang penuh ketegangan psikologis. Shiki merasa ada sesuatu yang janggal dalam diri gadis itu, sementara Fujino berjuang mempertahankan kewarasannya di tengah siksaan batin yang terus menggerogoti jiwanya setiap saat.
Mikiya Kokutou mencoba melacak jejak kejadian tersebut dengan cara yang lebih manusiawi. Ia berusaha keras memahami kondisi Fujino sebelum semuanya terlambat, meskipun ia tahu bahwa bahaya yang sedang dihadapi jauh lebih besar daripada sekadar kasus kriminal.
Ketegangan memuncak saat batas antara rasa sakit dan kesenangan mulai kabur bagi sang pelaku. Konfrontasi tak terelakkan di balik hujan kota, menuntut pengorbanan besar dan pencarian jati diri di tengah dunia yang tak lagi mengenal belas kasih bagi jiwa rapuh.