Shounen (atau shōnen, 少年) secara harfiah berarti "anak laki-laki". Dalam industri manga dan anime Jepang, istilah ini merujuk pada demografi target—yaitu karya yang ditujukan untuk remaja laki-laki berusia sekitar 12 hingga 18 tahun.
Dunia tinju profesional yang keras dan penuh keringat menjadi latar utama kisah ini. Di sini, ribuan petarung mengadu nasib demi gelar juara. Kekuatan fisik dan mental diuji hingga batas maksimal, menciptakan atmosfer kompetisi yang intens serta penuh dengan drama kehidupan yang menyentuh hati para penggemar olahraga bela diri.
Ippo Makunouchi adalah remaja pemalu yang sering dirundung. Hidupnya berubah drastis setelah diselamatkan oleh petinju profesional bernama Mamoru Takamura. Pertemuan tak terduga ini membangkitkan sisi tersembunyi dalam dirinya untuk belajar bertinju demi memahami arti kekuatan yang sesungguhnya.
Bergabung dengan sasana Kamogawa, Ippo Makunouchi mulai melatih disiplin yang berat. Di bawah bimbingan pelatih Genji Kamogawa, ia menemukan bakat alaminya. Namun, perjalanan ini tidak mudah karena ia harus berhadapan dengan berbagai rival tangguh yang menantang batas kemampuan teknisnya.
Salah satu rival terberatnya adalah Ichiro Miyata, sosok jenius yang menjadi motivasi sekaligus target utama Ippo Makunouchi. Hubungan mereka diwarnai ambisi untuk saling melampaui di atas ring, menciptakan persaingan sehat yang mendorong keduanya berkembang menjadi petinju yang sangat disegani.
Kini, tantangan semakin besar seiring meningkatnya popularitas Ippo Makunouchi. Dengan determinasi membara, ia terus bertarung melawan keraguan diri sendiri dan lawan-lawan hebat. Setiap pukulan bukan hanya tentang kemenangan, tetapi pencarian makna jati diri di balik ring yang penuh dengan darah, mimpi, serta semangat pantang menyerah.
Teror mencekam melanda kepolisian Tokyo saat serangkaian penembakan misterius menyasar para petugas. Pelaku yang sangat licin meninggalkan bukti minim, membuat investigasi menemui jalan buntu. Suasana mencekam ini memaksa kepolisian merahasiakan detail kasus tersebut.
Di tengah ketegangan itu, Ran Mouri mengalami insiden traumatis yang membuatnya kehilangan ingatan. Kejadian ini membuat Conan Edogawa merasa sangat terpukul karena orang terdekatnya kini terancam bahaya besar oleh sang pelaku yang kejam.
Demi melindungi Ran, Conan berusaha keras mengungkap identitas sang pembunuh sebelum ia kembali menyerang. Hubungan emosional yang dalam antara mereka menjadi pusat perhatian, terutama saat sang gadis berupaya memulihkan memori yang sempat terkubur oleh rasa takut.
Kogoro Mouri pun terjun langsung dalam misi pribadi demi menjaga keselamatan putrinya. Sementara itu, Sonoko Suzuki terus berusaha memberikan dukungan moral di saat situasi semakin kacau, menantang nyali mereka menghadapi ancaman nyata di depan mata.
Ketegangan memuncak saat mereka menyadari bahwa nyawa menjadi taruhan dalam permainan psikologis yang mematikan. Conan harus berpacu dengan waktu, mengandalkan kecerdasannya untuk mengungkap konspirasi di balik mata sang pembunuh sebelum semuanya berakhir tragis.