Shounen (atau shōnen, 少年) secara harfiah berarti "anak laki-laki". Dalam industri manga dan anime Jepang, istilah ini merujuk pada demografi target—yaitu karya yang ditujukan untuk remaja laki-laki berusia sekitar 12 hingga 18 tahun.
Perang suci mencapai titik didih saat dunia terancam oleh kegelapan abadi sang penguasa dunia bawah. Athena dan para kesatria setianya harus bergegas menyusup ke wilayah kekuasaan musuh demi menghentikan rencana jahat yang siap melenyapkan seluruh umat manusia.
Seiya yang gigih memimpin rekan-rekannya menembus gerbang neraka dengan tekad baja. Meski dibayangi oleh ketakutan dan rasa lelah, ia tetap berdiri teguh bersama Shiryu yang memiliki ketenangan batin luar biasa dalam menghadapi bahaya maut.
Hubungan persaudaraan mereka diuji saat bertemu musuh-musuh lama yang telah bangkit kembali. Hyoga dan Shun harus memeras tenaga terakhir mereka demi menembus labirin penuh siksaan, di mana setiap langkah menjadi pertaruhan nyawa yang sangat berat.
Sementara itu, Ikki muncul sebagai penyelamat dalam kegelapan, membawa kekuatan phoenix yang legendaris untuk meruntuhkan pertahanan musuh. Ketegangan memuncak saat mereka berhadapan dengan pasukan pengadilan Hades yang kejam serta penuh dengan tipu muslihat.
Pengorbanan demi keadilan menjadi tema utama ketika mereka harus menghadapi kenyataan pahit di balik tirai kematian. Apakah para kesatria ini sanggup menembus hukuman neraka sebelum segalanya hancur lebur dan dunia berakhir dalam cengkeraman kegelapan yang abadi?
Drama olahraga intens ini membawa semangat baru saat beranjak ke jenjang sekolah menengah. Fokus utama beralih pada upaya keras membangun tim bisbol dari nol di lingkungan sekolah yang sama sekali tidak mendukung. Mimpi besar mulai diuji oleh tantangan nyata.
Goro Honda kini tumbuh menjadi remaja tangguh yang haus akan tantangan di atas lapangan. Meski memiliki bakat luar biasa, ia harus menghadapi kenyataan pahit bahwa tidak semua orang berbagi ambisi yang sama untuk meraih kemenangan besar.
Hubungannya dengan Toshiya Sato kembali diuji saat mereka berada di jalur kompetisi yang berbeda. Ketegangan di antara keduanya memicu rivalitas sehat yang membuat setiap lemparan bola menjadi lebih bermakna dan penuh dengan emosi mendalam.
Tekanan untuk membentuk skuad solid memaksa sang protagonis berhadapan dengan rekan baru yang kurang berpengalaman. Keegoisan dan perbedaan karakter menjadi tembok penghalang besar yang harus diruntuhkan demi menyatukan visi dalam sebuah tim olahraga.
Perjuangan meraih kejuaraan nasional kini menjadi harga mati bagi mereka. Di bawah terik matahari, impian masa kecil akan diuji oleh taktik lawan yang licik serta batasan fisik manusia. Inilah kisah tentang tekad pantang menyerah demi mencapai puncak kejayaan.