Shounen (atau shōnen, 少年) secara harfiah berarti "anak laki-laki". Dalam industri manga dan anime Jepang, istilah ini merujuk pada demografi target—yaitu karya yang ditujukan untuk remaja laki-laki berusia sekitar 12 hingga 18 tahun.
Dunia sekolah yang absurd dan penuh satir kembali hadir dalam balutan komedi gelap yang memikat. Di sini, kegilaan remaja bertemu dengan pandangan pesimis tentang kehidupan yang dibalut visual estetik nan unik, menciptakan sebuah narasi yang sangat liar.
Seorang guru penuh depresi bernama Nozomu Itoshiki terus berusaha menghadapi murid-muridnya yang eksentrik. Ia sering mencoba bunuh diri karena putus asa terhadap realitas, namun justru terjebak dalam masalah muridnya yang semakin tidak masuk akal.
Di sisi lain, ada Kafuka Fuura, seorang gadis optimis yang selalu menepis segala bentuk kenegatifan guru tersebut dengan interpretasi positifnya yang kelewat batas. Dinamika mereka menciptakan benturan ideologi yang lucu sekaligus sangat ironis.
Tiap episode membawa konflik sosial yang disajikan dengan gaya penyampaian sarkasme tingkat tinggi. Chiri Kitsu dengan sifat perfeksionisnya serta karakter lainnya menambah kekacauan suasana kelas, membuat sang guru kian merasa benar-benar putus asa.
Ketegangan antara pandangan dunia yang gelap dan perilaku murid yang tak terduga menjadi fokus utama. Akankah sang guru menemukan kedamaian, atau justru ia akan terus terjerumus dalam lubang keputusasaan yang lebih dalam karena ulah murid-muridnya tersebut?