Shounen (atau shōnen, 少年) secara harfiah berarti "anak laki-laki". Dalam industri manga dan anime Jepang, istilah ini merujuk pada demografi target—yaitu karya yang ditujukan untuk remaja laki-laki berusia sekitar 12 hingga 18 tahun.
Dunia bola voli sekolah menengah kini terasa lebih hidup dengan munculnya obsesi luar biasa bagi mereka yang pernah kalah. Semangat kompetisi memuncak saat para siswa berbakat berkumpul, berjuang keras di lapangan demi meraih impian menjadi pemain terbaik nasional.
Hinata Shouyou, si mungil yang penuh energi, bertekad membuktikan bahwa tinggi badan bukanlah segalanya. Dia berambisi melampaui batas dirinya dengan terus melompat tinggi, menantang takdir yang meremehkan kemampuannya di arena olahraga yang sangat kompetitif.
Di sisi lain, Kageyama Tobio hadir sebagai sosok jenius yang dingin dan perfeksionis. Pertemuan keduanya menciptakan percikan konflik unik, mengubah rivalitas pahit masa lalu menjadi kerja sama tim yang tak terduga demi menggapai kemenangan besar.
Hubungan mereka kian intens saat harus beradaptasi dengan rekan setim di klub Karasuno. Dinamika antara ambisi Hinata dan logika Kageyama menjadi kunci krusial untuk membangkitkan kembali kejayaan tim sekolah yang sempat meredup dan terlupakan oleh lawan.
Menghadapi tim lawan yang tangguh, mereka dituntut untuk menyelaraskan ego demi satu tujuan. Melalui keringat dan air mata, mereka belajar arti kepercayaan di lapangan, mempersiapkan diri untuk pertarungan krusial yang menentukan awal perjalanan panjang mereka.
Dunia yang terkepung tembok raksasa kini berada di ambang kehancuran total. Para titan yang haus darah terus meneror umat manusia, memaksa para prajurit untuk angkat senjata. Ketegangan memuncak saat misteri di balik dinding mulai terkuak secara brutal.
Eren Yeager memikul beban berat sebagai harapan terakhir manusia. Dengan kemampuan uniknya yang mengguncang dunia, dia harus berhadapan dengan keraguan rekan-rekannya sendiri. Kekuatan batinnya diuji saat ia berusaha membuktikan kesetiaan dirinya.
Mikasa Ackerman selalu berdiri teguh melindungi Eren dengan loyalitas tanpa batas. Di sisi lain, Armin Arlert menggunakan kecerdasan taktisnya untuk merancang strategi bertahan hidup, meski harus berhadapan dengan trauma yang sangat mendalam.
Hubungan mereka kian rumit ketika Levi Ackerman mulai mengawasi langkah Eren dengan dingin. Ketidakpercayaan di korps militer menciptakan konflik internal yang pelik, sementara musuh baru dengan wujud manusia mulai mengintai dari balik kabut misteri.
Pertempuran demi kebebasan kini menuntut pengorbanan yang tidak sedikit. Saat takdir mulai mempermainkan nyawa, apakah keberanian saja cukup untuk melawan takdir kelam? Inilah kisah tentang tekad baja yang menolak menyerah meski maut terus mengincar setiap saat.