Dunia kerja yang penuh tekanan terkadang bisa menghancurkan kesehatan mental. Setelah mengalami trauma parah akibat perilaku bos yang kasar dan manipulatif di kantor sebelumnya, seorang pegawai kantoran berusaha bangkit untuk memulai karier baru di tempat kerja yang berbeda.
Harapan untuk bekerja dengan tenang muncul saat ia bertemu dengan Kentarou Shirosaki, atasan barunya yang karismatik. Namun, kekhawatiran masa lalu selalu membayangi, membuatnya terus waspada jika sang bos akan bertindak kejam layaknya mantan atasannya.
Tak disangka, sosok atasan tersebut ternyata sangat polos dan sedikit bodoh. Sifat Kentaro Momose yang cenderung cemas perlahan mulai luntur berkat tingkah lucu dan kebaikan hati bosnya yang sering melakukan kekonyolan tak terduga dalam keseharian mereka.
Keduanya menjalin dinamika kerja yang unik, di mana sang bawahan perlahan mulai merasa aman dan dihargai. Kehadiran bos yang penuh perhatian ini menjadi obat penyembuh yang efektif untuk memulihkan kepercayaan dirinya yang sempat hilang akibat pengalaman pahit dulu.
Kisah ini mengeksplorasi hubungan hangat antara atasan dan bawahan di balik hiruk pikuk dunia korporat yang kejam. Drama komedi ini menunjukkan bahwa kelembutan hati adalah kekuatan luar biasa untuk membangun kembali semangat seseorang yang hampir menyerah pada hidup.
Kembali dengan kegilaan yang makin tak masuk akal, enam saudara kembar ini siap mengacaukan dunia komedi. Mereka tetap menjadi pengangguran kronis yang menghabiskan waktu dengan bermalas-malasan, menciptakan kekacauan absurd di tengah hiruk-pikuk kehidupan Jepang modern.
Sang kakak tertua, Osomatsu, tetap memimpin saudara-saudaranya dengan sikap tidak bertanggung jawab yang legendaris. Di sisi lain, Karamatsu terus memamerkan kepercayaan diri palsunya, sementara Choromatsu berusaha keras menjadi sosok paling waras di keluarga.
Dinamika mereka semakin runyam oleh kehadiran Ichimatsu yang suram, serta Jyushimatsu yang hiperaktif tanpa batas. Jangan lupakan si bungsu Todomatsu, yang licik dan selalu berusaha terlihat keren demi mendapatkan perhatian wanita di lingkungannya.
Persaingan antar saudara dalam mencari pekerjaan, cinta, dan pengakuan sering kali berakhir dengan perkelahian konyol. Ego mereka yang besar menciptakan konflik egois, namun di balik semua itu, mereka tetap terikat oleh nasib sebagai pengangguran yang amat sangat menyedihkan.
Musim kedua ini membawa eksperimen komedi lebih liar dengan parodi tajam dan situasi surealis yang tak terduga. Menghadapi kerasnya realita dewasa, mereka terus berjuang meski sebenarnya tidak niat, merayakan ketidakbergunaan hidup dengan tawa yang sangat nyaring.
Klub seni di sekolah menengah ini seharusnya menjadi tempat untuk berkarya dengan tenang, namun kenyataannya jauh dari kata damai. Berbagai anggota dengan kepribadian unik membuat suasana ruang seni selalu penuh kekacauan dan komedi yang sangat tidak terduga.
Subaru Uchimaki adalah seorang seniman berbakat namun obsesif yang hanya ingin melukis karakter 2D sempurna. Ambisi anehnya ini sering membuat rekan klubnya merasa frustrasi, terutama karena ia sama sekali tidak tertarik pada gadis di dunia nyata.
Di sisi lain, Mizuki Usami adalah satu-satunya anggota yang waras dan mencoba menjaga klub tetap berjalan. Ia diam-diam menyimpan perasaan mendalam pada Subaru, namun usahanya untuk menarik perhatian pemuda itu selalu berakhir dengan kegagalan total.
Ketua klub yang santai dan malas, Presiden, justru lebih sering terlihat tidur siang daripada membimbing anggotanya. Keberadaannya menambah deretan masalah di klub, menciptakan dinamika unik antara tanggung jawab dan sikap masa bodoh yang bikin pusing.
Tantangan mereka tidak berhenti di sana karena kehadiran Colette yang misterius selalu menambah bumbu keributan. Apakah Mizuki akhirnya mampu meluluhkan hati Subaru, ataukah kegilaan di ruang seni ini akan terus berlanjut tanpa ada titik temunya?
Dunia bola voli sekolah menengah kini terasa lebih hidup dengan munculnya obsesi luar biasa bagi mereka yang pernah kalah. Semangat kompetisi memuncak saat para siswa berbakat berkumpul, berjuang keras di lapangan demi meraih impian menjadi pemain terbaik nasional.
Hinata Shouyou, si mungil yang penuh energi, bertekad membuktikan bahwa tinggi badan bukanlah segalanya. Dia berambisi melampaui batas dirinya dengan terus melompat tinggi, menantang takdir yang meremehkan kemampuannya di arena olahraga yang sangat kompetitif.
Di sisi lain, Kageyama Tobio hadir sebagai sosok jenius yang dingin dan perfeksionis. Pertemuan keduanya menciptakan percikan konflik unik, mengubah rivalitas pahit masa lalu menjadi kerja sama tim yang tak terduga demi menggapai kemenangan besar.
Hubungan mereka kian intens saat harus beradaptasi dengan rekan setim di klub Karasuno. Dinamika antara ambisi Hinata dan logika Kageyama menjadi kunci krusial untuk membangkitkan kembali kejayaan tim sekolah yang sempat meredup dan terlupakan oleh lawan.
Menghadapi tim lawan yang tangguh, mereka dituntut untuk menyelaraskan ego demi satu tujuan. Melalui keringat dan air mata, mereka belajar arti kepercayaan di lapangan, mempersiapkan diri untuk pertarungan krusial yang menentukan awal perjalanan panjang mereka.
Chicago menjadi panggung bagi aksi kriminal kelas wahid yang penuh dengan desingan peluru dan ledakan. Di tengah kerasnya kehidupan kota, sebuah toko senjata api menjadi markas bagi dua wanita tangguh yang menjalani bisnis berisiko tinggi demi bertahan hidup.
Rally Vincent adalah seorang ahli senjata api yang punya obsesi besar pada peralatan tempur. Dia bekerja sama dengan Minnie May Hopkins, gadis remaja dengan masa lalu kelam yang sangat mahir dalam menggunakan bahan peledak untuk melumpuhkan musuh.
Hubungan mereka lebih dari sekadar rekan bisnis; keduanya adalah sahabat yang saling melengkapi dalam bahaya. Namun, dunia mereka terusik ketika seorang agen FBI memaksa mereka menjalankan misi berbahaya yang melibatkan jaringan kriminal yang sangat kejam dan kuat.
Konflik memuncak saat masa lalu mereka mulai mengejar, menuntut pengorbanan besar dan ketangkasan luar biasa. Di bawah bayang-bayang mafia, keduanya harus beradu strategi dan kemampuan menembak agar tidak berakhir menjadi sasaran empuk dalam permainan maut tersebut.
Dengan gaya aksi ala film noir Hollywood, petualangan ini menonjolkan persahabatan, obsesi terhadap senjata, dan adrenalin yang tak pernah berhenti. Setiap peluru yang dilepaskan menjadi bukti bahwa di kota ini, hanya mereka yang cukup berani yang bisa selamat.