Berlatar di Hiroshima saat Perang Dunia II, drama sejarah ini mengisahkan keseharian yang perlahan berubah mencekam. Fokusnya adalah pada ketangguhan manusia di tengah kehancuran global, menyajikan potret hidup yang terasa nyata, intim, dan sangat mengharukan.
Suzu Urano adalah gadis muda yang naif dan gemar melukis. Ia pindah ke Kure setelah dipinang oleh pria asing bernama Shusaku Hojo. Kehidupan rumah tangga baru ini menuntutnya untuk beradaptasi dengan lingkungan serta tanggung jawab yang berat.
Di balik kepribadiannya yang ceria, ia harus menghadapi tekanan dari kakak iparnya, Keiko Kuromura, yang cukup dingin. Hubungan mereka penuh dengan kecanggungan, mencerminkan ekspektasi sosial yang kaku terhadap peran seorang istri di masa penuh ketidakpastian.
Saat ancaman bom semakin mendekat, ia berjuang menjaga keutuhan keluarganya. Kegigihannya diuji melalui kelangkaan pangan dan serangan udara yang tiada henti. Ia terus berusaha menemukan kebahagiaan kecil di tengah dunia yang perlahan hancur karena peperangan.
Ketabahan karakter utama dalam menghadapi kehilangan menjadi inti dari perjalanan emosional yang mendalam. Kisah ini mengeksplorasi betapa berharganya setiap momen kedamaian meski harus bertahan hidup di bawah bayang-bayang masa depan yang gelap dan sangat tragis.